IDENTITAS.
Nama Guru Pengampu : Ririn Era Listiya, S.Pd.I
Mata Pelajaran : Bahasa Arab
Hari/Tanggal : Kamis, 10 September 2026
Fase/Kelas : D / 8C-8D
Judul Materi : Kitabah tentang يَوْمِيَّاتُنَا فِي الْمَدْرَسَةِ (Keseharian Kita di Sekolah) jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah
Capaian Pembelajaran:
Pada akhir fase D, peserta didik mampu menulis kalimat sederhana bahasa Arab dengan menerapkan struktur jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah secara tepat sesuai kaidah nahwu dasar. Peserta didik mampu menyusun kalimat nominal (mubtada'-khabar) dan kalimat verbal (fi'il-fa'il-maf'ul bih) dengan memperhatikan kesesuaian struktur, serta mengembangkan kalimat-kalimat tersebut menjadi paragraf sederhana terkait topik kehidupan sehari-hari.
Tujuan Pembelajaran (Elemen Menulis-Mempresentasikan):
TP 1:
Peserta didik mampu menyusun kalimat jumlah ismiyah (mubtada'-khabar) dan jumlah fi'liyah (fi'il-fa'il-maf'ul bih) secara tertulis dengan struktur yang tepat sesuai kaidah nahwu dasar.
TP 2:
Peserta didik mampu mengembangkan kalimat jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah menjadi paragraf sederhana tertulis terkait topik kehidupan sehari-hari.
TP 1:
Melalui eksplorasi teks dan kalimat berbahasa Arab secara mindful, peserta didik mampu menganalisis dan membedakan struktur jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah secara bermakna, sehingga dapat menyusun kalimat tertulis dengan struktur yang tepat berdasarkan pemahaman konsep, bukan hafalan pola semata.
TP 2:
Melalui kegiatan menulis reflektif dan kontekstual yang menyenangkan (joyful learning), peserta didik mampu mengembangkan kalimat jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah menjadi paragraf sederhana yang bermakna bagi kehidupan sehari-hari, serta mampu merefleksikan proses dan hasil tulisannya sendiri.
Catatan: TP ini mengintegrasikan tiga dimensi Pembelajaran Mendalam — mindful learning (kesadaran dan keterlibatan penuh dalam proses), meaningful learning (pemahaman konsep yang bermakna, bukan hafalan), dan joyful learning (proses belajar yang menyenangkan dan reflektif).
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Elemen: Menulis-Mempresentasikan (Kitabah)
Materi: Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah
Tahapan Kegiatan Pembelajaran
1. Mengamati Peserta didik mengamati dan membaca contoh-contoh kalimat jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah dari teks kontekstual (mis. percakapan sehari-hari), lalu menandai perbedaan struktur kedua kalimat tersebut.
2. Menganalisis Peserta didik menganalisis unsur pembentuk jumlah ismiyah (mubtada'-khabar) dan jumlah fi'liyah (fi'il-fa'il-maf'ul bih) melalui diskusi kelompok, menemukan pola dan kaidah secara mandiri, lalu menguji pemahamannya dengan menyusun beberapa kalimat sederhana.
3. Menulis Peserta didik menulis beberapa kalimat jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah terkait pengalaman pribadi/kehidupan sehari-hari, kemudian merangkainya menjadi paragraf sederhana.
4. Merefleksi Peserta didik saling menukar tulisan (peer feedback), memberikan umpan balik terhadap struktur kalimat, kemudian merefleksikan proses menulis dan hasil karyanya sendiri.
MATERI PEMBELAJARAN
Sebelum memasuki materi pembelajaran, mari kita mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.
1. Al-Malik (Yang Maha Merajai/Penguasa) dalam Konflik Cerita
Peserta didik diingatkan bahwa kekuasaan sejati di alam semesta ini mutlak milik Al-Malik. Tokoh pemimpin—baik yang adil maupun yang zalim—dalam cerita fiksi menjadi sarana refleksi bagi peserta didik, bahwa setiap bentuk kepemimpinan di dunia memiliki pertanggungjawaban moral dan spiritual di hadapan-Nya.
2. Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki) dalam Ide dan Inspirasi
Peserta didik diajarkan untuk menyadari bahwa inspirasi, ide cemerlang, dan kemampuan berpikir kreatif merupakan bentuk rezeki non-materi yang dianugerahkan oleh Ar-Razzaq. Oleh karena itu, proses kreatif dalam menulis hendaknya diawali dengan kesadaran spiritual, yaitu memohon kelancaran ide kepada Sang Maha Pemberi Rezeki.
3. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia
Peserta didik diajak merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia mampu menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, maka Allah Swt. adalah Pencipta yang sesungguhnya—Dialah yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan menjadi ada, lengkap dengan hukum alam yang sempurna. Perenungan ini melatih keimanan agar imajinasi manusia tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu mencipta secara hakiki.
MATERI AJAR BAHASA ARAB
الجُمْلَةُ الإِسْمِيَّةُ وَالجُمْلَةُ الفِعْلِيَّةُ
Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah
Elemen: Menulis-Mempresentasikan (Kitabah) | Fase D | SMP
A. Jumlah Ismiyah (الجُمْلَةُ الإِسْمِيَّةُ)
Jumlah ismiyah adalah kalimat bahasa Arab yang diawali dengan kata benda (isim).
1. Unsur Utama
Mubtada' (مُبْتَدَأ) — subjek atau kata benda di awal kalimat; biasanya bersifat ma'rifah (tertentu).
Khabar (خَبَر) — predikat atau kata yang menerangkan mubtada'; biasanya bersifat nakirah (umum).
2. Pola Kalimat
Mubtada' + Khabar
3. Contoh
اَلْبَيْتُ نَظِيفٌ (al-baitu nadzifun) = Rumah itu bersih.
زَيْدٌ قَائِمٌ (Zaidun qaimun) = Zaid sedang berdiri.
B. Jumlah Fi'liyah (الجُمْلَةُ الفِعْلِيَّةُ)
Jumlah fi'liyah adalah kalimat bahasa Arab yang diawali dengan kata kerja (fi'il).
1. Unsur Utama
Fi'il (فِعْل) — kata kerja; bisa berbentuk fi'il madhi (lampau), mudhari' (sedang/akan terjadi), atau amr (perintah).
Fa'il (فَاعِل) — pelaku atau subjek yang melakukan pekerjaan.
Maf'ul bih (مَفْعُول بِه) — objek; tidak selalu ada, tergantung apakah kata kerjanya membutuhkan objek.
2. Pola Kalimat
Fi'il + Fa'il (+ Maf'ul bih, jika ada)
3. Contoh
ذَهَبَ زَيْدٌ إِلَى الْمَدْرَسَةِ (dzahaba Zaidun ilal madrasati) = Zaid telah pergi ke sekolah.
يَقْرَأُ التِّلْمِيذُ الْكِتَابَ (yaqra'u at-tilmidzu al-kitaba) = Murid itu sedang membaca buku.
C. Perbedaan Utama
Aturan Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah Kata awal Isim (kata benda) Fi'il (kata kerja)
Penyusunan
Mubtada' + Khabar
Fi'il + Fa'il (+ Maf'ul bih)
Kesesuaian fi'il
Fi'il pada khabar menyesuaikan jumlah dan jenis pelakunya
Fi'il di awal selalu bentuk mufrad (tunggal), meski fa'il-nya jamak
Ingat!
Ciri paling mudah untuk membedakan: lihat kata pertama dalam kalimat — jika isim (kata benda) → jumlah ismiyah; jika fi'il (kata kerja) → jumlah fi'liyah.
ASESMEN
II. Isian Singkat
Lengkapi pertanyaan berikut dengan jawaban yang tepat!
1. Unsur wajib dalam jumlah ismiyah adalah mubtada' dan ..............
2. Pelaku atau subjek yang melakukan pekerjaan dalam jumlah fi'liyah disebut ..............
3. Objek dalam jumlah fi'liyah disebut ..............
4. Kata يَقْرَأُ pada kalimat يَقْرَأُ التِّلْمِيذُ الْكِتَابَ termasuk unsur ..............
5. Kalimat يَقْرَأُ التِّلْمِيذُ الْكِتَابَ artinya ..............
Kesimpulan :
Aturan Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah Kata awal Isim (kata benda) Fi'il (kata kerja)
Penyusunan
Mubtada' + Khabar
Fi'il + Fa'il (+ Maf'ul bih)
Kesesuaian fi'il
Fi'il pada khabar menyesuaikan jumlah dan jenis pelakunya
Fi'il di awal selalu bentuk mufrad (tunggal), meski fa'il-nya jamak
Ingat!
Ciri paling mudah untuk membedakan: lihat kata pertama dalam kalimat — jika isim (kata benda) → jumlah
