Kamis, 10 September 2026

Kitabah tentang يَوْمِيَّاتُنَا فِي الْمَدْرَسَةِ (Keseharian Kita di Sekolah) jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah

 IDENTITAS.

Nama Guru Pengampu : Ririn Era Listiya, S.Pd.I

Mata Pelajaran : Bahasa Arab

Hari/Tanggal : Kamis, 10 September 2026

Fase/Kelas : D / 8C-8D

Judul Materi : Kitabah tentang يَوْمِيَّاتُنَا فِي الْمَدْرَسَةِ (Keseharian Kita di Sekolah) jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah 


Capaian Pembelajaran:

Pada akhir fase D, peserta didik mampu menulis kalimat sederhana bahasa Arab dengan menerapkan struktur jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah secara tepat sesuai kaidah nahwu dasar. Peserta didik mampu menyusun kalimat nominal (mubtada'-khabar) dan kalimat verbal (fi'il-fa'il-maf'ul bih) dengan memperhatikan kesesuaian struktur, serta mengembangkan kalimat-kalimat tersebut menjadi paragraf sederhana terkait topik kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran (Elemen Menulis-Mempresentasikan):

TP 1:

Peserta didik mampu menyusun kalimat jumlah ismiyah (mubtada'-khabar) dan jumlah fi'liyah (fi'il-fa'il-maf'ul bih) secara tertulis dengan struktur yang tepat sesuai kaidah nahwu dasar.

TP 2:

Peserta didik mampu mengembangkan kalimat jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah menjadi paragraf sederhana tertulis terkait topik kehidupan sehari-hari.

TP 1:

Melalui eksplorasi teks dan kalimat berbahasa Arab secara mindful, peserta didik mampu menganalisis dan membedakan struktur jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah secara bermakna, sehingga dapat menyusun kalimat tertulis dengan struktur yang tepat berdasarkan pemahaman konsep, bukan hafalan pola semata.

TP 2:

Melalui kegiatan menulis reflektif dan kontekstual yang menyenangkan (joyful learning), peserta didik mampu mengembangkan kalimat jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah menjadi paragraf sederhana yang bermakna bagi kehidupan sehari-hari, serta mampu merefleksikan proses dan hasil tulisannya sendiri.

Catatan: TP ini mengintegrasikan tiga dimensi Pembelajaran Mendalam — mindful learning (kesadaran dan keterlibatan penuh dalam proses), meaningful learning (pemahaman konsep yang bermakna, bukan hafalan), dan joyful learning (proses belajar yang menyenangkan dan reflektif).

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Elemen: Menulis-Mempresentasikan (Kitabah)

Materi: Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah

Tahapan Kegiatan Pembelajaran

1. Mengamati Peserta didik mengamati dan membaca contoh-contoh kalimat jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah dari teks kontekstual (mis. percakapan sehari-hari), lalu menandai perbedaan struktur kedua kalimat tersebut.

2. Menganalisis Peserta didik menganalisis unsur pembentuk jumlah ismiyah (mubtada'-khabar) dan jumlah fi'liyah (fi'il-fa'il-maf'ul bih) melalui diskusi kelompok, menemukan pola dan kaidah secara mandiri, lalu menguji pemahamannya dengan menyusun beberapa kalimat sederhana.

3. Menulis Peserta didik menulis beberapa kalimat jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah terkait pengalaman pribadi/kehidupan sehari-hari, kemudian merangkainya menjadi paragraf sederhana.

4. Merefleksi Peserta didik saling menukar tulisan (peer feedback), memberikan umpan balik terhadap struktur kalimat, kemudian merefleksikan proses menulis dan hasil karyanya sendiri.

MATERI PEMBELAJARAN

Sebelum memasuki materi pembelajaran, mari kita mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.

1. Al-Malik (Yang Maha Merajai/Penguasa) dalam Konflik Cerita

Peserta didik diingatkan bahwa kekuasaan sejati di alam semesta ini mutlak milik Al-Malik. Tokoh pemimpin—baik yang adil maupun yang zalim—dalam cerita fiksi menjadi sarana refleksi bagi peserta didik, bahwa setiap bentuk kepemimpinan di dunia memiliki pertanggungjawaban moral dan spiritual di hadapan-Nya.

2. Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki) dalam Ide dan Inspirasi

Peserta didik diajarkan untuk menyadari bahwa inspirasi, ide cemerlang, dan kemampuan berpikir kreatif merupakan bentuk rezeki non-materi yang dianugerahkan oleh Ar-Razzaq. Oleh karena itu, proses kreatif dalam menulis hendaknya diawali dengan kesadaran spiritual, yaitu memohon kelancaran ide kepada Sang Maha Pemberi Rezeki.

3. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia

Peserta didik diajak merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia mampu menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, maka Allah Swt. adalah Pencipta yang sesungguhnya—Dialah yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan menjadi ada, lengkap dengan hukum alam yang sempurna. Perenungan ini melatih keimanan agar imajinasi manusia tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu mencipta secara hakiki.

MATERI AJAR BAHASA ARAB

الجُمْلَةُ الإِسْمِيَّةُ وَالجُمْلَةُ الفِعْلِيَّةُ


Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah

Elemen: Menulis-Mempresentasikan (Kitabah) | Fase D | SMP

A. Jumlah Ismiyah (الجُمْلَةُ الإِسْمِيَّةُ)

Jumlah ismiyah adalah kalimat bahasa Arab yang diawali dengan kata benda (isim).

1. Unsur Utama

Mubtada' (مُبْتَدَأ) — subjek atau kata benda di awal kalimat; biasanya bersifat ma'rifah (tertentu).

Khabar (خَبَر) — predikat atau kata yang menerangkan mubtada'; biasanya bersifat nakirah (umum).

2. Pola Kalimat

Mubtada' + Khabar

3. Contoh

اَلْبَيْتُ نَظِيفٌ (al-baitu nadzifun) = Rumah itu bersih.

زَيْدٌ قَائِمٌ (Zaidun qaimun) = Zaid sedang berdiri.

B. Jumlah Fi'liyah (الجُمْلَةُ الفِعْلِيَّةُ)

Jumlah fi'liyah adalah kalimat bahasa Arab yang diawali dengan kata kerja (fi'il).

1. Unsur Utama

Fi'il (فِعْل) — kata kerja; bisa berbentuk fi'il madhi (lampau), mudhari' (sedang/akan terjadi), atau amr (perintah).

Fa'il (فَاعِل) — pelaku atau subjek yang melakukan pekerjaan.

Maf'ul bih (مَفْعُول بِه) — objek; tidak selalu ada, tergantung apakah kata kerjanya membutuhkan objek.

2. Pola Kalimat

Fi'il + Fa'il (+ Maf'ul bih, jika ada)

3. Contoh

ذَهَبَ زَيْدٌ إِلَى الْمَدْرَسَةِ (dzahaba Zaidun ilal madrasati) = Zaid telah pergi ke sekolah.

يَقْرَأُ التِّلْمِيذُ الْكِتَابَ (yaqra'u at-tilmidzu al-kitaba) = Murid itu sedang membaca buku.

C. Perbedaan Utama

Aturan Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah Kata awal Isim (kata benda) Fi'il (kata kerja)

Penyusunan

Mubtada' + Khabar

Fi'il + Fa'il (+ Maf'ul bih)

Kesesuaian fi'il

Fi'il pada khabar menyesuaikan jumlah dan jenis pelakunya

Fi'il di awal selalu bentuk mufrad (tunggal), meski fa'il-nya jamak

Ingat!

Ciri paling mudah untuk membedakan: lihat kata pertama dalam kalimat — jika isim (kata benda) → jumlah ismiyah; jika fi'il (kata kerja) → jumlah fi'liyah.

ASESMEN

II. Isian Singkat

Lengkapi pertanyaan berikut dengan jawaban yang tepat!

1. Unsur wajib dalam jumlah ismiyah adalah mubtada' dan ..............

2. Pelaku atau subjek yang melakukan pekerjaan dalam jumlah fi'liyah disebut ..............

3. Objek dalam jumlah fi'liyah disebut ..............

4. Kata يَقْرَأُ pada kalimat يَقْرَأُ التِّلْمِيذُ الْكِتَابَ termasuk unsur .............. 

5. Kalimat يَقْرَأُ التِّلْمِيذُ الْكِتَابَ artinya ..............


Kesimpulan :

Aturan Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah Kata awal Isim (kata benda) Fi'il (kata kerja)

Penyusunan

Mubtada' + Khabar

Fi'il + Fa'il (+ Maf'ul bih)

Kesesuaian fi'il

Fi'il pada khabar menyesuaikan jumlah dan jenis pelakunya

Fi'il di awal selalu bentuk mufrad (tunggal), meski fa'il-nya jamak

Ingat!

Ciri paling mudah untuk membedakan: lihat kata pertama dalam kalimat — jika isim (kata benda) → jumlah



Rabu, 09 September 2026

  IDENTITAS.

Nama Guru Pengampu : Ririn Era Listiya, S.Pd.I

Mata Pelajaran : Bahasa Arab

Hari/Tanggal : Selasa, 9 September 2026

Fase/Kelas : D / 9C dan 9D

Judul Materi : LATIHAN SOAL


 

Soal Latihan: Nama-nama Hari, Bulan Hijriyah, dan Bulan Masehi dalam Bahasa Arab

أ. اختر الإجابة الصحيحة (Pilihlah jawaban yang benar)

1. يوم السبت هو أول أيام الأسبوع. Bahasa Indonesia dari kata "السبت" adalah... a. Ahad b. Sabtu c. Senin d. Jumat

2. Bulan pertama dalam kalender Hijriyah adalah... a. رمضان b. شوال c. محرّم d. صفر

3. "شهر رمضان" adalah bulan ke berapa dalam kalender Hijriyah? a. Ke-7 b. Ke-8 c. Ke-9 d. Ke-10

4. Bahasa Arab dari bulan "Januari" adalah... a. فبراير b. يناير c. مارس d. أبريل

5. Hari yang dalam bahasa Arab disebut "الجمعة" merupakan hari... a. Kamis b. Jumat c. Sabtu d. Ahad

6. Bulan Hijriyah yang menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji adalah... a. شعبان b. ذو القعدة c. ذو الحجة d. رجب

7. "ديسمبر" dalam bahasa Indonesia berarti bulan... a. November b. Desember c. Oktober d. September

ب. أكمل الجمل التالية (Lengkapilah kalimat berikut)

8.  Sebutkan 3 nama bulan Hijriyah beserta artinya dalam bahasa Indonesia!






Mufrodat الْمَرَافِقُ الْمَدْرَسِيَّةُ (Fasilitas Sekolah

 IDENTITAS :

Nama Guru Pengampu : Ririn Era Listiya, S.Pd.

Mata Pelajaran : Bahasa Arab

Hari/Tanggal : Rabu, 9 September 2026

Fase/Kelas : D / 7A,7B,7C

Judul Materi : Mufrodat الْمَرَافِقُ الْمَدْرَسِيَّةُ (Fasilitas Sekolah)

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu memahami, melafalkan, dan menggunakan kosakata (mufrodat) bahasa Arab terkait tema fasilitas sekolah dengan baik dan benar, serta mampu mengaitkan makna kosakata tersebut dengan tempat-tempat dan fungsinya yang nyata di lingkungan sekolah.


TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Prinsip Penerapan dalam Pembelajaran Mufrodat

Mindful Learning (Pembelajaran Bermakna Penuh Kesadaran) Peserta didik diajak sadar penuh mengenali dan mengamati langsung fasilitas yang ada di sekolah mereka sendiri (kelas, masjid, kantin, perpustakaan), sehingga mufrodat dipelajari bukan sekadar hafalan, melainkan dari pengamatan nyata lingkungan sekitar.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna) Mufrodat dirangkai dalam teks narasi yang menghubungkan setiap fasilitas dengan fungsinya (misalnya masjid untuk salat, kantin untuk membeli makanan), sehingga peserta didik memahami keterkaitan makna kata dengan kegunaannya, bukan hafalan kata lepas.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan) Pembelajaran dikemas melalui kegiatan menyenangkan seperti "tur berkeliling sekolah" (school tour) sambil menyebutkan mufrodat, permainan tebak tempat dari gambar denah sekolah, atau kuis mencocokkan fasilitas dengan fungsinya.


MATERI PEMBELAJARAN

Sebelum memasuki materi pembelajaran, mari kita mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.

1. Al-Malik (Yang Maha Merajai/Penguasa) dalam Konflik Cerita

Peserta didik diingatkan bahwa kekuasaan sejati di alam semesta ini mutlak milik Al-Malik. Tokoh pemimpin—baik yang adil maupun yang zalim—dalam cerita fiksi menjadi sarana refleksi bagi peserta didik, bahwa setiap bentuk kepemimpinan di dunia memiliki pertanggungjawaban moral dan spiritual di hadapan-Nya.

2. Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki) dalam Ide dan Inspirasi

Peserta didik diajarkan untuk menyadari bahwa inspirasi, ide cemerlang, dan kemampuan berpikir kreatif merupakan bentuk rezeki non-materi yang dianugerahkan oleh Ar-Razzaq. Oleh karena itu, proses kreatif dalam menulis hendaknya diawali dengan kesadaran spiritual, yaitu memohon kelancaran ide kepada Sang Maha Pemberi Rezeki.

3. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia

Peserta didik diajak merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia mampu menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, maka Allah Swt. adalah Pencipta yang sesungguhnya—Dialah yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan menjadi ada, lengkap dengan hukum alam yang sempurna. Perenungan ini melatih keimanan agar imajinasi manusia tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu mencipta secara hakiki.

الْمَرَافِقُ الْمَدْرَسِيَّةُ

(Fasilitas Sekolah)


أ. الْمُفْرَدَاتُ (Kosakata)

No العربية (Arab) Latin Indonesia

1 الْمَرَافِقُ الْمَدْرَسِيَّةُ al-maraafiq al-madrasiyyah fasilitas sekolah

2 الْفَصْلُ / الصَّفُّ al-fashl / ash-shaff ruang kelas

3 مَكْتَبُ الْمُدِيرِ maktab al-mudiir ruang kepala sekolah

4 غُرْفَةُ الْمُعَلِّمِينَ ghurfah al-mu'allimiin ruang guru

5 الْمَكْتَبَةُ al-maktabah perpustakaan

6 الْمَعْمَلُ / الْمُخْتَبَرُ al-ma'mal / al-mukhtabar laboratorium

7 مَعْمَلُ الْحَاسُوبِ ma'mal al-haasuub laboratorium komputer

8 الْمَسْجِدُ / الْمُصَلَّى al-masjid / al-mushalla masjid / musala

9 الْمَقْصَفُ / الْمَطْعَمُ al-maqshaf / al-math'am kantin

10 دَوْرَةُ الْمِيَاهِ / الْحَمَّامُ dauratul miyaah / al-hammaam kamar mandi/WC

11 الْمَلْعَبُ al-mal'ab lapangan olahraga

12 السَّاحَةُ as-saahah halaman sekolah

13 الْمَمَرُّ al-mamarr koridor / lorong

14 مَوْقِفُ السَّيَّارَاتِ mauqif as-sayyaaraat tempat parkir

15 غُرْفَةُ الصِّحَّةِ / الْعِيَادَةُ ghurfah ash-shihhah / al-'iyaadah ruang UKS/klinik

16 قَاعَةُ الِاجْتِمَاعَاتِ qaa'ah al-ijtimaa'aat aula / ruang pertemuan

17 بَابُ الْمَدْرَسَةِ baab al-madrasah gerbang/pintu sekolah

18 السُّلَّمُ as-sullam tangga

19 الْحَدِيقَةُ al-hadiiqah taman

20 خِزَانَةُ الْكُتُبِ khizaanah al-kutub rak/lemari buku

ب. النَّصُّ (Teks Bacaan)

الْمَرَافِقُ فِي مَدْرَسَتِي


مَدْرَسَتِي كَبِيرَةٌ وَجَمِيلَةٌ، وَفِيهَا مَرَافِقُ كَثِيرَةٌ تُسَاعِدُ التَّلَامِيذَ عَلَى التَّعَلُّمِ وَالنَّشَاطِ.

فِي الْمَدْرَسَةِ فُصُولٌ وَاسِعَةٌ وَنَظِيفَةٌ، وَبِجَانِبِهَا مَكْتَبَةٌ كَبِيرَةٌ فِيهَا كُتُبٌ وَقِصَصٌ مُفِيدَةٌ. وَهُنَاكَ أَيْضًا مَعْمَلُ الْحَاسُوبِ لِتَعَلُّمِ الْكُمْبِيُوتَرِ، وَمَعْمَلُ الْعُلُومِ لِإِجْرَاءِ التَّجَارِبِ.

فِي وَسَطِ الْمَدْرَسَةِ يُوجَدُ مَسْجِدٌ جَمِيلٌ نُصَلِّي فِيهِ الظُّهْرَ جَمَاعَةً. وَبِجَانِبِ الْمَسْجِدِ يُوجَدُ مَقْصَفٌ نَشْتَرِي مِنْهُ الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ فِي وَقْتِ الِاسْتِرَاحَةِ.

لِلْمَدْرَسَةِ مَلْعَبٌ كَبِيرٌ نَلْعَبُ فِيهِ كُرَةَ الْقَدَمِ وَكُرَةَ السَّلَّةِ. وَإِذَا مَرِضَ أَحَدُ التَّلَامِيذِ، يَذْهَبُ إِلَى غُرْفَةِ الصِّحَّةِ لِلْعِلَاجِ.

كُلُّ هَذِهِ الْمَرَافِقِ تَجْعَلُ الدِّرَاسَةَ مُمْتِعَةً وَمُرِيحَةً.


Terjemahan: Sekolahku besar dan indah, di dalamnya terdapat banyak fasilitas yang membantu para murid dalam belajar dan beraktivitas.

Di sekolah ada ruang kelas yang luas dan bersih, di sampingnya ada perpustakaan besar berisi buku-buku dan cerita yang bermanfaat. Ada juga laboratorium komputer untuk belajar komputer, dan laboratorium sains untuk melakukan percobaan.

Di tengah sekolah ada masjid yang indah, tempat kami salat Zuhur berjamaah. Di samping masjid ada kantin, tempat kami membeli makanan dan minuman saat istirahat.

Sekolah memiliki lapangan besar tempat kami bermain sepak bola dan bola basket. Jika ada murid yang sakit, dia pergi ke ruang UKS untuk berobat.

Semua fasilitas ini membuat belajar menjadi menyenangkan dan nyaman.


ج. التَّرَاكِيبُ (Pola Kalimat)

Menunjukkan keberadaan tempat (kalimat isim/jumlah ismiyyah dengan kata tunjuk lokasi):

Pola Contoh Arti

فِي + (tempat) + يُوجَدُ / تُوجَدُ + (isim) فِي الْمَدْرَسَةِ تُوجَدُ مَكْتَبَةٌ Di sekolah ada perpustakaan

هَذَا/هَذِهِ + (isim) + (sifat) هَذَا الْمَلْعَبُ كَبِيرٌ Lapangan ini besar

بِجَانِبِ + (isim majrur) بِجَانِبِ الْمَسْجِدِ مَقْصَفٌ Di samping masjid ada kantin

Kata petunjuk arah/posisi (ظرف المكان):

فِي وَسَطِ (di tengah) — بِجَانِبِ (di samping) — أَمَامَ (di depan) — خَلْفَ (di belakang)

د. أَسْئِلَةُ الْفَهْمِ (Pertanyaan Pemahaman)

أَيْنَ يُصَلِّي التَّلَامِيذُ الظُّهْرَ؟ (Di mana murid-murid salat Zuhur?)

مَاذَا يُوجَدُ بِجَانِبِ الْمَسْجِدِ؟ (Apa yang ada di samping masjid?)

أَيْنَ يَلْعَبُ التَّلَامِيذُ كُرَةَ الْقَدَمِ؟ (Di mana murid-murid bermain sepak bola?)

مَاذَا يَفْعَلُ التِّلْمِيذُ إِذَا مَرِضَ؟ (Apa yang dilakukan murid jika sakit?)

هـ. تَدْرِيبٌ (Latihan)

Pasangkan gambar/fungsi berikut dengan mufrodat yang tepat:

Tempat membaca dan meminjam buku → ﴿ ......... ﴾

Tempat berobat jika sakit → ﴿ ......... ﴾

Tempat salat berjamaah → ﴿ ......... ﴾

Tempat membeli makanan → ﴿ ......... ﴾

Tempat bermain olahraga → ﴿ ......... ﴾

Kesimpulan:

المَرَافِقُ المَدْرَسِيَّةُ (Fasilitas Sekolah)

Sekolah memiliki berbagai مَرَافِق (fasilitas) yang masing-masing memiliki fungsi berbeda untuk mendukung proses belajar dan aktivitas siswa, di antaranya:

الفَصْل (ruang kelas) — tempat belajar

المَكْتَبَة (perpustakaan) — tempat membaca dan meminjam buku

المَعْمَل (laboratorium) — tempat praktik/percobaan

المَسْجِد (masjid) — tempat ibadah

المَقْصَف (kantin) — tempat makan-minum

المَلْعَب (lapangan) — tempat berolahraga

غُرْفَة الصِّحَّة (ruang UKS) — tempat berobat

Dengan mengenal mufrodat dan fungsi setiap fasilitas ini, siswa tidak hanya memperkaya kosakata bahasa Arab, tetapi juga memahami baga

imana setiap tempat di sekolah saling melengkapi untuk menunjang kegiatan belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan.




Senin, 07 September 2026

Mufrodat الْمَرَافِقُ الْمَدْرَسِيَّةُ (Fasilitas Sekolah)

IDENTITAS :

Nama Guru Pengampu : Ririn Era Listiya, S.Pd.I

Mata Pelajaran : Bahasa Arab

Hari/Tanggal : Senin, 7 September 2026

Fase/Kelas : D / 7D-7E

Judul Materi : Mufrodat الْمَرَافِقُ الْمَدْرَسِيَّةُ (Fasilitas Sekolah)


CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu memahami, melafalkan, dan menggunakan kosakata (mufrodat) bahasa Arab terkait tema fasilitas sekolah dengan baik dan benar, serta mampu mengaitkan makna kosakata tersebut dengan tempat-tempat dan fungsinya yang nyata di lingkungan sekolah.

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

PrinsipPenerapan dalam Pembelajaran Mufrodat
Mindful Learning (Pembelajaran Bermakna Penuh Kesadaran)Peserta didik diajak sadar penuh mengenali dan mengamati langsung fasilitas yang ada di sekolah mereka sendiri (kelas, masjid, kantin, perpustakaan), sehingga mufrodat dipelajari bukan sekadar hafalan, melainkan dari pengamatan nyata lingkungan sekitar.
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)Mufrodat dirangkai dalam teks narasi yang menghubungkan setiap fasilitas dengan fungsinya (misalnya masjid untuk salat, kantin untuk membeli makanan), sehingga peserta didik memahami keterkaitan makna kata dengan kegunaannya, bukan hafalan kata lepas.
Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)Pembelajaran dikemas melalui kegiatan menyenangkan seperti "tur berkeliling sekolah" (school tour) sambil menyebutkan mufrodat, permainan tebak tempat dari gambar denah sekolah, atau kuis mencocokkan fasilitas dengan fungsinya.


MATERI PEMBELAJARAN

Sebelum memasuki materi pembelajaran, mari kita mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.

1. Al-Malik (Yang Maha Merajai/Penguasa) dalam Konflik Cerita

Peserta didik diingatkan bahwa kekuasaan sejati di alam semesta ini mutlak milik Al-Malik. Tokoh pemimpin—baik yang adil maupun yang zalim—dalam cerita fiksi menjadi sarana refleksi bagi peserta didik, bahwa setiap bentuk kepemimpinan di dunia memiliki pertanggungjawaban moral dan spiritual di hadapan-Nya.

2. Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki) dalam Ide dan Inspirasi

Peserta didik diajarkan untuk menyadari bahwa inspirasi, ide cemerlang, dan kemampuan berpikir kreatif merupakan bentuk rezeki non-materi yang dianugerahkan oleh Ar-Razzaq. Oleh karena itu, proses kreatif dalam menulis hendaknya diawali dengan kesadaran spiritual, yaitu memohon kelancaran ide kepada Sang Maha Pemberi Rezeki.

3. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia

Peserta didik diajak merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia mampu menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, maka Allah Swt. adalah Pencipta yang sesungguhnya—Dialah yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan menjadi ada, lengkap dengan hukum alam yang sempurna. Perenungan ini melatih keimanan agar imajinasi manusia tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu mencipta secara hakiki.

الْمَرَافِقُ الْمَدْرَسِيَّةُ

(Fasilitas Sekolah)



أ. الْمُفْرَدَاتُ (Kosakata)

No العربية (Arab) Latin Indonesia
1 الْمَرَافِقُ الْمَدْرَسِيَّةُ al-maraafiq al-madrasiyyah fasilitas sekolah
2 الْفَصْلُ / الصَّفُّ al-fashl / ash-shaff ruang kelas
3 مَكْتَبُ الْمُدِيرِ maktab al-mudiir ruang kepala sekolah
4 غُرْفَةُ الْمُعَلِّمِينَ ghurfah al-mu'allimiin ruang guru
5 الْمَكْتَبَةُ al-maktabah perpustakaan
6 الْمَعْمَلُ / الْمُخْتَبَرُ al-ma'mal / al-mukhtabar laboratorium
7 مَعْمَلُ الْحَاسُوبِ ma'mal al-haasuub laboratorium komputer
8 الْمَسْجِدُ / الْمُصَلَّى al-masjid / al-mushalla masjid / musala
9 الْمَقْصَفُ / الْمَطْعَمُ al-maqshaf / al-math'am kantin
10 دَوْرَةُ الْمِيَاهِ / الْحَمَّامُ dauratul miyaah / al-hammaam kamar mandi/WC
11 الْمَلْعَبُ al-mal'ab lapangan olahraga
12 السَّاحَةُ as-saahah halaman sekolah
13 الْمَمَرُّ al-mamarr koridor / lorong
14 مَوْقِفُ السَّيَّارَاتِ mauqif as-sayyaaraat tempat parkir
15 غُرْفَةُ الصِّحَّةِ / الْعِيَادَةُ ghurfah ash-shihhah / al-'iyaadah ruang UKS/klinik
16 قَاعَةُ الِاجْتِمَاعَاتِ qaa'ah al-ijtimaa'aat aula / ruang pertemuan
17 بَابُ الْمَدْرَسَةِ baab al-madrasah gerbang/pintu sekolah
18 السُّلَّمُ as-sullam tangga
19 الْحَدِيقَةُ al-hadiiqah taman
20 خِزَانَةُ الْكُتُبِ khizaanah al-kutub rak/lemari buku

ب. النَّصُّ (Teks Bacaan)

الْمَرَافِقُ فِي مَدْرَسَتِي

مَدْرَسَتِي كَبِيرَةٌ وَجَمِيلَةٌ، وَفِيهَا مَرَافِقُ كَثِيرَةٌ تُسَاعِدُ التَّلَامِيذَ عَلَى التَّعَلُّمِ وَالنَّشَاطِ.

فِي الْمَدْرَسَةِ فُصُولٌ وَاسِعَةٌ وَنَظِيفَةٌ، وَبِجَانِبِهَا مَكْتَبَةٌ كَبِيرَةٌ فِيهَا كُتُبٌ وَقِصَصٌ مُفِيدَةٌ. وَهُنَاكَ أَيْضًا مَعْمَلُ الْحَاسُوبِ لِتَعَلُّمِ الْكُمْبِيُوتَرِ، وَمَعْمَلُ الْعُلُومِ لِإِجْرَاءِ التَّجَارِبِ.

فِي وَسَطِ الْمَدْرَسَةِ يُوجَدُ مَسْجِدٌ جَمِيلٌ نُصَلِّي فِيهِ الظُّهْرَ جَمَاعَةً. وَبِجَانِبِ الْمَسْجِدِ يُوجَدُ مَقْصَفٌ نَشْتَرِي مِنْهُ الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ فِي وَقْتِ الِاسْتِرَاحَةِ.

لِلْمَدْرَسَةِ مَلْعَبٌ كَبِيرٌ نَلْعَبُ فِيهِ كُرَةَ الْقَدَمِ وَكُرَةَ السَّلَّةِ. وَإِذَا مَرِضَ أَحَدُ التَّلَامِيذِ، يَذْهَبُ إِلَى غُرْفَةِ الصِّحَّةِ لِلْعِلَاجِ.

كُلُّ هَذِهِ الْمَرَافِقِ تَجْعَلُ الدِّرَاسَةَ مُمْتِعَةً وَمُرِيحَةً.

Terjemahan: Sekolahku besar dan indah, di dalamnya terdapat banyak fasilitas yang membantu para murid dalam belajar dan beraktivitas.

Di sekolah ada ruang kelas yang luas dan bersih, di sampingnya ada perpustakaan besar berisi buku-buku dan cerita yang bermanfaat. Ada juga laboratorium komputer untuk belajar komputer, dan laboratorium sains untuk melakukan percobaan.

Di tengah sekolah ada masjid yang indah, tempat kami salat Zuhur berjamaah. Di samping masjid ada kantin, tempat kami membeli makanan dan minuman saat istirahat.

Sekolah memiliki lapangan besar tempat kami bermain sepak bola dan bola basket. Jika ada murid yang sakit, dia pergi ke ruang UKS untuk berobat.

Semua fasilitas ini membuat belajar menjadi menyenangkan dan nyaman.


ج. التَّرَاكِيبُ (Pola Kalimat)

Menunjukkan keberadaan tempat (kalimat isim/jumlah ismiyyah dengan kata tunjuk lokasi):

Pola Contoh Arti
فِي + (tempat) + يُوجَدُ / تُوجَدُ + (isim) فِي الْمَدْرَسَةِ تُوجَدُ مَكْتَبَةٌ Di sekolah ada perpustakaan
هَذَا/هَذِهِ + (isim) + (sifat) هَذَا الْمَلْعَبُ كَبِيرٌ Lapangan ini besar
بِجَانِبِ + (isim majrur) بِجَانِبِ الْمَسْجِدِ مَقْصَفٌ Di samping masjid ada kantin

Kata petunjuk arah/posisi (ظرف المكان):

  • فِي وَسَطِ (di tengah) — بِجَانِبِ (di samping) — أَمَامَ (di depan) — خَلْفَ (di belakang)

د. أَسْئِلَةُ الْفَهْمِ (Pertanyaan Pemahaman)

  1. أَيْنَ يُصَلِّي التَّلَامِيذُ الظُّهْرَ؟ (Di mana murid-murid salat Zuhur?)
  2. مَاذَا يُوجَدُ بِجَانِبِ الْمَسْجِدِ؟ (Apa yang ada di samping masjid?)
  3. أَيْنَ يَلْعَبُ التَّلَامِيذُ كُرَةَ الْقَدَمِ؟ (Di mana murid-murid bermain sepak bola?)
  4. مَاذَا يَفْعَلُ التِّلْمِيذُ إِذَا مَرِضَ؟ (Apa yang dilakukan murid jika sakit?)

هـ. تَدْرِيبٌ (Latihan)

Pasangkan gambar/fungsi berikut dengan mufrodat yang tepat:

  1. Tempat membaca dan meminjam buku → ﴿ ......... ﴾
  2. Tempat berobat jika sakit → ﴿ ......... ﴾
  3. Tempat salat berjamaah → ﴿ ......... ﴾
  4. Tempat membeli makanan → ﴿ ......... ﴾
  5. Tempat bermain olahraga → ﴿ ......... ﴾

:Kesimpulan


المَرَافِقُ المَدْرَسِيَّةُ (Fasilitas Sekolah)

Sekolah memiliki berbagai مَرَافِق (fasilitas) yang masing-masing memiliki fungsi berbeda untuk mendukung proses belajar dan aktivitas siswa, di antaranya:

  • الفَصْل (ruang kelas) — tempat belajar
  • المَكْتَبَة (perpustakaan) — tempat membaca dan meminjam buku
  • المَعْمَل (laboratorium) — tempat praktik/percobaan
  • المَسْجِد (masjid) — tempat ibadah
  • المَقْصَف (kantin) — tempat makan-minum
  • المَلْعَب (lapangan) — tempat berolahraga
  • غُرْفَة الصِّحَّة (ruang UKS) — tempat berobat

Dengan mengenal mufrodat dan fungsi setiap fasilitas ini, siswa tidak hanya memperkaya kosakata bahasa Arab, tetapi juga memahami bagaimana setiap tempat di sekolah saling melengkapi untuk menunjang kegiatan belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan.



Rabu, 02 September 2026

Maharoh Qiro'ah يَوْمِيَّاتُنَا فِي الْمَدْرَسَةِ (Keseharian Kita di Sekolah)

 

IDENTITAS.

Nama Guru Pengampu : Ririn Era Listiya, S.Pd.I

Mata Pelajaran : Bahasa Arab

Hari/Tanggal : Senin, 7 September 2026

Fase/Kelas : D / 8A-8D

Judul Materi : Qiro'ah tentang يَوْمِيَّاتُنَا فِي الْمَدْرَسَةِ (Keseharian Kita di Sekolah)

Capaian Pembelajaran (CP)

Elemen: Qirā’ah (Membaca)

Peserta didik mampu memahami informasi tersurat dan tersirat dari teks sederhana berbahasa Arab tentang aktivitas sehari-hari sebelum berangkat ke sekolah, dengan mengenali kosakata, ungkapan, struktur kalimat, serta informasi penting dalam teks. Peserta didik mampu membaca teks dengan lafal, intonasi, dan kelancaran yang tepat, menemukan ide pokok dan informasi rinci, menghubungkan isi bacaan dengan pengalaman sehari-hari, serta menyampaikan kembali informasi dari teks secara lisan maupun tertulis dengan sikap percaya diri, disiplin, dan bertanggung jawab.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran materi أَنْشِطَتِي قَبْلَ الذَّهَابِ إِلَى الْمَدْرَسَةِ, peserta didik diharapkan mampu:

Mengidentifikasi kosakata bahasa Arab yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari sebelum berangkat ke sekolah.

Membaca teks أَنْشِطَتِي قَبْلَ الذَّهَابِ إِلَى الْمَدْرَسَةِ dengan lafal, makhraj, dan intonasi yang tepat.


 * Mindful Learning (Kesadaran Diri & Reflektif): Peserta didik secara sadar dan teliti membaca teks qira'ah untuk mengenali urutan waktu dan jenis kegiatan pagi, serta merefleksikan pentingnya manajemen waktu, kebiasaan ibadah, dan kedisiplinan sebelum beraktivitas.

 * Meaningful Learning (Bermakna & Relevan): Peserta didik mampu mengaitkan kosakata serta struktur kalimat dalam teks dengan pengalaman pribadi mereka di rumah, serta mengartikulasikan nilai tanggung jawab dan bantuan kepada keluarga dalam konteks kehidupan nyata.

 * Joyful Learning (Menyenangkan & Kolaboratif): Peserta didik mampu mengekspresikan pemahaman teks melalui media interaktif, permainan memasangkan kata dan gambar, atau simulasi peran (role-play) rutinitas pagi bersama teman dengan penuh percaya diri dan antusias.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

| Tahap | Tujuan Pembelajaran (TP) | Aktivitas Pembelajaran Utama | Indikator Ketercapaian |

| 1. Pengenalan & Pelafalan | Membaca nyaring teks qira'ah dengan ketepatan makhraj dan intonasi. | Modelling membaca oleh guru, dilanjutkan dengan pembacaan berpasangan (paired reading). | Peserta didik dapat membaca teks tanpa kesalahan makhraj yang fatal. |

| 2. Eksplorasi Kosakata | Mengidentifikasi dan menerjemahkan kata kunci terkait kegiatan pagi. | Permainan kartu kata (flashcards) dan mencocokkan kosakata kegiatan dengan gambar yang sesuai. | Peserta didik mampu menyebutkan arti dari minimal 10 kosakata kegiatan pagi. |

| 3. Pemahaman Teks | Menggali informasi rinci dan menjawab pertanyaan berbasis isi teks. | Diskusi kelompok untuk menjawab pertanyaan pemahaman dan menyusun urutan peristiwa sesuai teks. | Peserta didik mampu menjawab pertanyaan fahmul maqru' secara tepat. |

| 4. Analisis Kebahasaan | Menentukan pola kata kerja (fi'il mudhari') untuk subjek orang pertama. | Mengisolasi kata kerja dalam teks (seperti أَسْتَيْقِظُ, أُرَتِّبُ, أَذْهَبُ) dan menganalisis perubahannya. | Peserta didik mampu menemukan dan menggunakan bentuk kata kerja dhamir ana secara benar. |

| 5. Penerapan & Refleksi | Menyusun narasi singkat atau mempraktikkan rutinitas pagi secara lisan. | Membuat jadwal kegiatan pagi pribadi dalam bahasa Arab dan mensimulasikannya di depan kelas. | Peserta didik mampu menceritakan rutinitas pagi pribadi dengan rasa percaya diri. |


Sebelum memasuki materi pembelajaran, mari kita mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.

1. Al-Malik (Yang Maha Merajai/Penguasa) dalam Konflik Cerita

Peserta didik diingatkan bahwa kekuasaan sejati di alam semesta ini mutlak milik Al-Malik. Tokoh pemimpin—baik yang adil maupun yang zalim—dalam cerita fiksi menjadi sarana refleksi bagi peserta didik, bahwa setiap bentuk kepemimpinan di dunia memiliki pertanggungjawaban moral dan spiritual di hadapan-Nya.

2. Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki) dalam Ide dan Inspirasi

Peserta didik diajarkan untuk menyadari bahwa inspirasi, ide cemerlang, dan kemampuan berpikir kreatif merupakan bentuk rezeki non-materi yang dianugerahkan oleh Ar-Razzaq. Oleh karena itu, proses kreatif dalam menulis hendaknya diawali dengan kesadaran spiritual, yaitu memohon kelancaran ide kepada Sang Maha Pemberi Rezeki.

3. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia

Peserta didik diajak merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia mampu menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, maka Allah Swt. adalah Pencipta yang sesungguhnya—Dialah yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan menjadi ada, lengkap dengan hukum alam yang sempurna. Perenungan ini melatih keimanan agar imajinasi manusia tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu mencipta secara hakiki

MATERI PEMBELAJARAN 


 أَنْشِطَتِي قَبْلَ الذَّهَابِ إِلَى الْمَدْرَسَةِ


لِكُلٍّ مِنَّا أَنْشِطَةٌ يَوْمِيَّةٌ إِمَّا فِي الْبَيْتِ وَإِمَّا فِي الْمَدْرَسَةِ. وَنَحْنُ كَالطُّلَّابِ لَنَا أَنْشِطَةٌ كَثِيرَةٌ كُلَّ يَوْمٍ مُنْذُ الِاسْتِيْقَاظِ إِلَى النَّوْمِ مَرَّةً أُخْرَى.

وَهُنَا أُعَرِّفُكُمْ عَنْ أَنْشِطَتِي قَبْلَ الذَّهَابِ إِلَى الْمَدْرَسَةِ. أَسْتَيْقِظُ صَبَاحًا مُبَكِّرًا يَعْنِي فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ وَلَا أَنْسَى قِرَاءَةَ الدُّعَاءِ بَعْدَ الِاسْتِيْقَاظِ "الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ".

ثُمَّ أُرَتِّبُ السَّرِيرَ وَالْوِسَادَةَ وَالْبِطَانِيَّةَ بَلْ أَكْنُسُ الْغُرْفَةَ لِجَعْلِهَا تَبْدُو نَظِيفَةً مَرَّةً أُخْرَى. وَبَعْدَ قَلِيلٍ أَتَوَضَّأُ وَأَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِدِ مَعَ أُسْرَتِي لِأَدَاءِ صَلَاةِ الصُّبْحِ جَمَاعَةً. وَأَنَا أَكُونُ مَأْمُومًا لِأَبِي لِأَنَّهُ يَؤُمُّ الْجَمَاعَةَ.

بَعْدَ الِانْتِهَاءِ مِنَ الصَّلَاةِ أَسْمَعُ مُحَاضَرَةً صَبَاحِيَّةً قَدْرَ ثَلَاثِينَ دَقِيقَةً. بَعْدَ الرُّجُوعِ مِنَ الْمَسْجِدِ أَكْنُسُ فِنَاءَ الْمَنْزِلِ وَأُحْرِقُ الزِّبَالَةَ، ثُمَّ أَغْتَسِلُ فِي الْحَمَّامِ وَأُنَظِّفُ أَسْنَانِي بِالْفُرْشَةِ لِيُصْبِحَ جِسْمِي مُنْتَعِشًا. وَبَعْدَ ارْتِدَاءِ زِيِّ مَدْرَسَتِي أَذْهَبُ إِلَى غُرْفَةِ  .الْأَكْلِ وَبَعْدَئِذٍ أَتَنَاوَلُ الْفُطُورَ مَعَ الْأُسْرَةِ.ثُمَّ أَذْهَبُ إِلَى الْمَدْرَسَةِ بِكُلِّ سُرُورٍ وَحَمَاسٍ

Kesimpulan Materi 

Dari materi diatas dapat disimpulkan  bahwa ada beberapa mufrofat / kosa kata yang dapat kita rangkum .

Struktur bahasa yang dominan dalam teks: pola fi'il mudhari' berdhamir ana (أَسْتَيْقِظُ، أُرَتِّبُ، أَتَوَضَّأُ، أَذْهَبُ، dst.) yang menunjukkan kegiatan yang biasa/rutin dilakukan.

ASSESMEN

Dari Materi diatas silahkan terjemahkan atau simpulkan isi dari materi Qiro'ah tersebut. 

Kirimkan jawaban kalian melalui komentar dengan format sbb :

1. Nama Lengkap 

2. Kelas 

3. Simpulan atau Jawaban 

Selasa, 25 Agustus 2026

ASMA'US SYUHUR AL MILADI

Nama Guru Pengampu : Ririn Era Listiya, S.Pd.I

Mata Pelajaran : Bahasa Arab

Hari/Tanggal : Rabu, 26 Agustus 2026

Fase/Kelas : D / 9C dan 9D

Judul Materi : Syuhur al-Miladiyiah (الشُّهُورُ الْمِيلاَدِيَّة) Nama-nama bulan Masehi


CAPAIAN PEMBELAJARAN : 

peserta didik mampu menyimak, memahami, dan menggunakan kosakata (mufradat) serta ungkapan sederhana terkait nama-nama bulan Masehi dalam bahasa Arab (الشهور الميلادية) dalam konteks penyebutan waktu, tanggal lahir, dan kegiatan sehari-hari, baik secara lisan maupun tulisan.

TUJUAN PEMBELAJARAN :

Berkesadaran (Mindful)   : Peserta didik menyadari pentingnya mengenal nama-nama bulan Masehi dalam bahasa Arab sebagai bagian dari kecakapan komunikasi lintas budaya dan kebutuhan nyata (menulis tanggal, mengisi formulir berbahasa Arab, dsb).

Bermakna (Meaningful)    : Peserta didik mampu mengaitkan nama-nama bulan Masehi dalam bahasa Arab dengan pengalaman pribadi (bulan kelahiran, hari besar, jadwal kegiatan) sehingga materi terasa relevan dan mudah diingat.

Menggembirakan (Joyful)  : Peserta didik belajar melalui permainan kartu bulan, lagu/nasyid urutan bulan, dan kuis interaktif sehingga proses belajar terasa menyenangkan dan tidak membebani.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Tahap 1: Pengenalan Kosakata (Mufradat)

  • Peserta didik Menirukan pelafalan guru (drill/تكرار)

Tahap 2: Pemahaman dan Urutan

  • Peserta didik Menghafal urutan bulan melalui lagu/nasyid

Tahap 3: Penerapan dalam Kalimat

  • Peserta didik Tanya jawab berpasangan tentang bulan kelahiran/hari penting
  • Peserta didik melakukan Permainan tebak bulan (games)

Tahap 4: Pemantapan dan Evaluasi

  • Review menyeluruh melalui kuis
  • Praktik dialog sederhana
  • Asesmen formatif 

MATERI PEMBELAJARAN

Sebelum memasuki materi pembelajaran, mari kita mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.

1. Al-Malik (Yang Maha Merajai/Penguasa) 

Peserta didik diingatkan bahwa kekuasaan sejati di alam semesta ini mutlak milik Al-Malik. Tokoh pemimpin—baik yang adil maupun yang zalim—dalam cerita fiksi menjadi sarana refleksi bagi peserta didik, bahwa setiap bentuk kepemimpinan di dunia memiliki pertanggungjawaban moral dan spiritual di hadapan-Nya.

2. Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)

Peserta didik diajarkan untuk menyadari bahwa inspirasi, ide cemerlang, dan kemampuan berpikir kreatif merupakan bentuk rezeki non-materi yang dianugerahkan oleh Ar-Razzaq. Oleh karena itu, proses kreatif dalam menulis hendaknya diawali dengan kesadaran spiritual, yaitu memohon kelancaran ide kepada Sang Maha Pemberi Rezeki.

3. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)

Peserta didik diajak merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia mampu menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, maka Allah Swt. adalah Pencipta yang sesungguhnya—Dialah yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan menjadi ada, lengkap dengan hukum alam yang sempurna. Perenungan ini melatih keimanan agar imajinasi manusia tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu mencipta secara hakiki.


A. Kosakata Inti (Mufradat)

NoBahasa ArabBahasa Indonesia
1يَنَايِرُJanuari
2فِبْرَايِرُFebruari
3مَارِسُMaret
4أَبْرِيلُApril
5مَايُوMei
6يُونِيُوJuni
7يُولِيُوJuli
8أُغُسْطُسُAgustus
9سِبْتَمْبِرُSeptember
10أُكْتُوبَرُOktober
11نُوفِمْبِرُNovember
12دِيسِمْبِرُDesember

B. Pola Kalimat (Tarkib)

  • أَنَا وُلِدْتُ فِي شَهْرِ يَنَايِرَ (Saya lahir di bulan Januari)
  • الْآنَ شَهْرُ أَغُسْطُسَ (Sekarang bulan Agustus)
  • مَتَى وُلِدْتَ؟ (Kapan kamu lahir? — untuk laki-laki)
  • فِي أَيِّ شَهْرٍ نَحْنُ الْآنَ؟ (Kita sekarang di bulan apa?)

ASESMEN FORMATIF

Soal Mencocokkan:

Bahasa ArabBahasa Indonesia
رَمَضَان ...                         a. Juni
يُونِيُو     b. Ramadhan (distraktor)
دِيسِمْبِرُ     c. Desember
أَبْرِيلُ     d. April

Soal Isian Singkat:

  1. Bulan setelah شَهْرُ مَارِسَ adalah ..........
  2. Tuliskan bulan kelahiranmu dalam bahasa Arab: ............

Kesimpulan Materi: الشهور الميلادية (Syuhur al-Miladiyah)

Syuhur al-Miladiyah adalah istilah dalam bahasa Arab untuk menyebut nama-nama bulan dalam kalender Masehi (Gregorian), yang berjumlah 12 bulan, yaitu: يناير (Januari), فبراير (Februari), مارس (Maret), أبريل (April), مايو (Mei), يونيو (Juni), يوليو (Juli), أغسطس (Agustus), سبتمبر (September), أكتوبر (Oktober), نوفمبر (November), dan ديسمبر (Desember).


Senin, 24 Agustus 2026

MUFRODAT يَوْمِيَّاتُنَا فِي الْمَدْرَسَةِ (Keseharian Kita di Sekolah)

 

Nama Guru Pengampu : Ririn Era Listiya, S.Pd.I

Mata Pelajaran : Bahasa Arab

Hari/Tanggal : Senin, 24 Agustus 2026

Fase/Kelas : D / 8A

Judul Materi : Mufrodat يَوْمِيَّاتُنَا فِي الْمَدْرَسَةِ (Keseharian Kita di Sekolah)


CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu memahami, melafalkan, dan menggunakan kosakata (mufrodat) bahasa Arab terkait tema keseharian di sekolah dengan baik dan benar, serta mampu mengaitkan makna kosakata tersebut dengan aktivitas nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

PrinsipPenerapan dalam Pembelajaran Mufrodat
Mindful Learning (Pembelajaran Bermakna Penuh Kesadaran)Peserta didik diajak sadar penuh saat melafalkan dan mengingat mufrodat dengan mengaitkannya langsung pada aktivitas nyata yang mereka jalani setiap hari di sekolah (bangun tidur → berangkat → belajar → istirahat → pulang), bukan sekadar menghafal tanpa pemahaman konteks.
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)Mufrodat tidak diajarkan secara terpisah, melainkan dirangkai dalam teks/narasi keseharian yang relevan dengan pengalaman pribadi peserta didik, sehingga kosakata memiliki makna dan keterkaitan langsung dengan kehidupan mereka.
Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)Penyampaian mufrodat dikemas melalui kegiatan interaktif dan menyenangkan seperti tebak gambar, permainan kartu kata (flashcard), nyanyian/lagu Arab, atau simulasi peran (roleplay) kegiatan sehari-hari di sekolah.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

ATP disusun secara berkesinambungan (dari tahap pengenalan → pemahaman → penerapan → pengembangan) agar tujuan pembelajaran tercapai secara bertahap dan berkelanjutan.

TahapFokus KegiatanIndikator KetercapaianPrinsip Deep Learning yang Ditekankan
Tahap 1: Pengenalan (Ta'aruf)Guru memperkenalkan mufrodat baru menggunakan gambar/benda konkret/flashcard sesuai aktivitas di sekolahPeserta didik dapat menirukan pelafalan mufrodat dengan benarJoyful Learning (melalui media visual & permainan)
Tahap 2: Pemahaman (Fahm)Peserta didik mengartikan mufrodat dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi mereka di sekolahPeserta didik dapat menyebutkan arti mufrodat dan menunjukkan aktivitas yang sesuaiMindful Learning (kesadaran penuh menghubungkan kata dengan pengalaman)
Tahap 3: Penerapan (Tathbiq)Peserta didik menyusun mufrodat menjadi kalimat sederhana, membaca teks pendek berisi mufrodat tersebutPeserta didik mampu menggunakan mufrodat dalam kalimat lisan/tulisan sederhanaMeaningful Learning (mufrodat dirangkai dalam konteks bermakna)
Tahap 4: Pengembangan & Refleksi (Tathwir)Peserta didik menceritakan kembali keseharian mereka di sekolah menggunakan mufrodat yang telah dipelajari, dilanjutkan sesi refleksi bersama guruPeserta didik mampu bercerita sederhana dan merefleksikan proses belajarn

Materi Pembelajaran



يَوْمِيَّاتُنَا فِي الْمَدْرَسَةِ

(Keseharian Kita di Sekolah)


أ. الْمُفْرَدَاتُ (Kosakata)

Noالعربية (Arab)LatinIndonesia
1يَسْتَيْقِظُyastaiqizhu(dia) bangun tidur
2يَسْتَحِمُّyastahimmumandi
3يَلْبَسُ الزِّيَّ الْمَدْرَسِيَّyalbasu az-ziyya al-madrasiyyamemakai seragam sekolah
4يَتَنَاوَلُ الْفُطُورَyatanaawalu al-futhuursarapan
5يَذْهَبُ إِلَى الْمَدْرَسَةِyadzhabu ilaa al-madrasahpergi ke sekolah
6الْحَقِيبَةُ الْمَدْرَسِيَّةُal-haqiibah al-madrasiyyahtas sekolah
7الْفَصْلُ / الصَّفُّal-fashl / ash-shaffkelas
8الْمُعَلِّمُ / الْمُعَلِّمَةُal-mu'allim / al-mu'allimahguru (laki-laki/perempuan)
9التِّلْمِيذُ / التِّلْمِيذَةُat-tilmiidz / at-tilmiidzahmurid (laki-laki/perempuan)
10الدَّرْسُad-darspelajaran
11يَكْتُبُyaktubumenulis
12يَقْرَأُyaqra'umembaca
13يَسْتَمِعُyastami'umendengarkan
14الِاسْتِرَاحَةُal-istiraahahistirahat
15يَلْعَبُ مَعَ أَصْدِقَائِهِyal'abu ma'a ashdiqaa'ihibermain dengan teman-temannya
16الْمَكْتَبَةُal-maktabahperpustakaan
17يَرْجِعُ إِلَى الْبَيْتِyarji'u ilaa al-baitpulang ke rumah
18يَذَاكِرُ الدُّرُوسَyudzaakiru ad-duruusmengulang pelajaran

Kitabah tentang يَوْمِيَّاتُنَا فِي الْمَدْرَسَةِ (Keseharian Kita di Sekolah) jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah

 IDENTITAS. Nama Guru Pengampu : Ririn Era Listiya, S.Pd.I Mata Pelajaran : Bahasa Arab Hari/Tanggal : Kamis, 10 September 2026 Fase/Kelas :...