NAMA PELAJARAN : BAHASA ARAB
FASE : D ( VII A dan D
GURU PENGAMPU : RIRIN ERA LISTIYA, S.Pd.I
Materi : Qowaid tentang unwan ( isim dhomir muttashil )
CP.
Membedakan bunyi ,makna dan gagasan dari kata frase kalimat dalam bahasa Arab sesuai dengan struktur kalimat yg berkaitan denganعنوان baik lisan maupun tertulis.
Tujuan : Siswa Mampu memahami qowaid tentang isim dhomir muttashil.
Pengertian Dhomir Muttasil
Definisi dhomir muttashil di Kitab Jami’ud Durus Al Arabiyah
Secara kasat mata, sebenarnya kita bisa mengira-ngira definisinya, yang pada intinya isim dhomir ini adalah tersambung dengan kata lainnya.
Namun, saya ingin mengutip arti dhomir muttashil yang ada di kitab Jami’ud Durus Al Arabiyah:
الضَّميرُ المتصلُ ما لا يُبتدأُ به، ولا يقعُ بعد “إلا” إلاَّ في ضَرورة الشعر. كالتاءِ والكاف من “أكرمتُكَ”، فلا يُقالُ “ما أكرمتُ إلاّكَ”.
Dhomir muttasil adalah kata ganti yang tidak digunakan di permulaan kalam, dan tidak jatuh setelah illa (إلاَّ) kecuali pada dhorurotusy syi’ri.
Contohnya seperti:
ta’ dan kaf pada lafadz أكرمتُكَ. Maka tidak boleh disebutkan dengan ما أكرمتُ إلاّكَ (diselingi kaf-nya didahului illa, kalau diselingi illa harusnya ditulis ما أكرمتُ إلاّ َاَنْتَ).
Point penting dhomir muttasil
Jadi, tidak mungkin dhamir muttashil itu:
ada di permulaan kalam, pasti dia ada di belakang (bersambung) dengan kata lainnya. Contohnya di atas, dia ada di belakang lafadz akroma.
Tidak jatuh setelah lafadz illa.
Dua point penting itu harus diingat-ingat.
Jika dia ada di permulaan kalam atau jatuh setelah illa, maka disebut dhomir munfashil.
Jumlah Dhomir Muttashil
Melanjutkan apa yang disebutkan di kitab Jami’ud Durus Al ‘Arabiyah:
والضمائرُ المتصلةُ تسعةٌ، وهي “التاءُ ونا والواوُ والألفُ والنونُ والكافُ والياءُ والهاءُ وها”.
Dhomir muttasil itu jumlahnya ada sembilan, yaitu:
ta’ (التاءُ), nantinya ada yang berharakat fathah (ta), kasroh (ti) dan dhommah (tu)
Nun alif (baca naa: نا ): untuk mutakallim ma’al ghair atau orang pertama lebih dari satu.
wawu (الواوُ) untuk jamak mudzakkar salim
alif
nun
kaf
ya
ha (الهاءُ) bisa dibaca hu atau hi nantinya.
haa (ha’ alif: ها): dhomir muttasil هَا menunjukkan kata ganti untuk perempuan (muannats) ghaibah 1 orang (dia perempuan 1), contohnya madrosatun karena ada ta’ marbuthoh maka masuk kategori muannats dan kata gantinya adalah هَا (muttashil).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar