IDENTITAS.
Nama Guru Pengampu : Ririn Era Listiya, S.Pd.I
Mata Pelajaran : Bahasa Arab
Hari/Tanggal : Rabu, 16 September 2026
Fase/Kelas : D / VIII B
Judul Materi : Kitabah tentang يَوْمِيَّاتُنَا فِي الْمَدْرَسَةِ (Keseharian Kita di Sekolah) jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah
Pertemuan ke : 3
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu memahami dan mengidentifikasi struktur kalimat bahasa Arab berupa jumlah ismiyah (mubtada'-khabar) dan jumlah fi'liyah (fi'il-fa'il-maf'ul bih) sesuai kaidah nahwu dasar, serta menggunakannya dalam kalimat sederhana terkait kehidupan sehari-hari.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menyusun kalimat jumlah ismiyah (mubtada'-khabar) dan jumlah fi'liyah (fi'il-fa'il-maf'ul bih) secara tertulis dengan struktur yang tepat sesuai kaidah nahwu dasar.
• Mindfull (Berkesadaran)
Peserta didik menyadari bahwa memahami pola jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah adalah dasar penting untuk dapat membaca dan memahami kalimat berbahasa Arab dengan benar.
• Meaningfull (Bermakna)
Peserta didik mengaitkan pola kalimat ismiyah dan fi'liyah dengan kalimat sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti memperkenalkan diri, menyebutkan aktivitas harian, dan mendeskripsikan benda di sekitar.
• Joyful (Menyenangkan)
Pembelajaran menggunakan metode permainan kartu kata (menyusun mubtada'-khabar dan fi'il-fa'il-maf'ul bih), diskusi kelompok, dan latihan menyusun kalimat secara kolaboratif agar peserta didik aktif dan antusias.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
: 1) Peserta didik mengenal pengertian dan ciri-ciri jumlah ismiyah dan jumlah
fi'liyah.
2) Peserta didik mengidentifikasi unsur mubtada'-khabar pada jumlah ismiyah
dan unsur fi'il-fa'il-maf'ul bih pada jumlah fi'liyah melalui contoh kalimat.
3) Peserta didik berlatih menyusun kalimat ismiyah dan fi'liyah sederhana
secara terbimbing bersama guru dan teman sekelompok.
4) Peserta didik menyusun kalimat jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah secara
mandiri dengan struktur yang tepat.
5) Peserta didik mempresentasikan kalimat yang disusun dan merefleksikan
pemahamannya terhadap materi.
MATERI PEMBELAJARAN
Sebelum memasuki materi pembelajaran, mari kita mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.
1. Al-Malik (Yang Maha Merajai/Penguasa)
Peserta didik diingatkan bahwa kekuasaan sejati di alam semesta ini mutlak milik Al-Malik. Tokoh pemimpin—baik yang adil maupun yang zalim—dalam cerita fiksi menjadi sarana refleksi bagi peserta didik, bahwa setiap bentuk kepemimpinan di dunia memiliki pertanggungjawaban moral dan spiritual di hadapan-Nya.
2. Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)
Peserta didik diajarkan untuk menyadari bahwa inspirasi, ide cemerlang, dan kemampuan berpikir kreatif merupakan bentuk rezeki non-materi yang dianugerahkan oleh Ar-Razzaq. Oleh karena itu, proses kreatif dalam menulis hendaknya diawali dengan kesadaran spiritual, yaitu memohon kelancaran ide kepada Sang Maha Pemberi Rezeki.
3. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta)
Peserta didik diajak merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia mampu menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, maka Allah Swt. adalah Pencipta yang sesungguhnya—Dialah yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan menjadi ada, lengkap dengan hukum alam yang sempurna. Perenungan ini melatih keimanan agar imajinasi manusia tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu mencipta secara hakiki.
3. Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki) dalam Ide dan Inspirasi
Peserta didik menganalisis bagian akhir cerita dengan gembira. Mereka diajak bersyukur bahwa setiap kesulitan di dunia nyata pasti memiliki jalan keluar yang sudah dijamin oleh Sang Pemberi Rezeki..
MATERI AJAR BAHASA ARAB
الجُمْلَةُ الإِسْمِيَّةُ وَالجُمْلَةُ الفِعْلِيَّةُ
https://youtu.be/KcBhYlgkSEY?si=Hml9ghwjcD2i5JBz
( Video tersebut menjelaskan pengertian dari jumlah ismiyah dan fi'liyah secara jelas)
Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah
Elemen: Menulis-Mempresentasikan (Kitabah) | Fase D | SMP
A. Jumlah Ismiyah (الجُمْلَةُ الإِسْمِيَّةُ)
Jumlah ismiyah adalah kalimat bahasa Arab yang diawali dengan kata benda (isim).
1. Unsur Utama
Mubtada' (مُبْتَدَأ) — subjek atau kata benda di awal kalimat; biasanya bersifat ma'rifah (tertentu).
Khabar (خَبَر) — predikat atau kata yang menerangkan mubtada'; biasanya bersifat nakirah (umum).
2. Pola Kalimat
Mubtada' + Khabar
3. Contoh
اَلْبَيْتُ نَظِيفٌ (al-baitu nadzifun) = Rumah itu bersih.
زَيْدٌ قَائِمٌ (Zaidun qaimun) = Zaid sedang berdiri.
B. Jumlah Fi'liyah (الجُمْلَةُ الفِعْلِيَّةُ)
Jumlah fi'liyah adalah kalimat bahasa Arab yang diawali dengan kata kerja (fi'il).
1. Unsur Utama
Fi'il (فِعْل) — kata kerja; bisa berbentuk fi'il madhi (lampau), mudhari' (sedang/akan terjadi), atau amr (perintah).
Fa'il (فَاعِل) — pelaku atau subjek yang melakukan pekerjaan.
Maf'ul bih (مَفْعُول بِه) — objek; tidak selalu ada, tergantung apakah kata kerjanya membutuhkan objek.
2. Pola Kalimat
Fi'il + Fa'il (+ Maf'ul bih, jika ada)
3. Contoh
ذَهَبَ زَيْدٌ إِلَى الْمَدْرَسَةِ (dzahaba Zaidun ilal madrasati) = Zaid telah pergi ke sekolah.
يَقْرَأُ التِّلْمِيذُ الْكِتَابَ (yaqra'u at-tilmidzu al-kitaba) = Murid itu sedang membaca buku.
C. Perbedaan Utama
Aturan Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah Kata awal Isim (kata benda) Fi'il (kata kerja)
Penyusunan
Mubtada' + Khabar
Fi'il + Fa'il (+ Maf'ul bih)
Kesesuaian fi'il
Fi'il pada khabar menyesuaikan jumlah dan jenis pelakunya
Fi'il di awal selalu bentuk mufrad (tunggal), meski fa'il-nya jamak
Ingat!
Ciri paling mudah untuk membedakan: lihat kata pertama dalam kalimat — jika isim (kata benda) → jumlah ismiyah; jika fi'il (kata kerja) → jumlah fi'liyah.
ASESMEN
II. Isian Singkat
Lengkapi pertanyaan berikut dengan jawaban yang tepat!
1. Unsur wajib dalam jumlah ismiyah adalah mubtada' dan ..............
2. Pelaku atau subjek yang melakukan pekerjaan dalam jumlah fi'liyah disebut ..............
3. Objek dalam jumlah fi'liyah disebut ..............
4. Kata يَقْرَأُ pada kalimat يَقْرَأُ التِّلْمِيذُ الْكِتَابَ termasuk unsur ..............
5. Kalimat يَقْرَأُ التِّلْمِيذُ الْكِتَابَ artinya ..............
Kesimpulan :
Aturan Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah Kata awal Isim (kata benda) Fi'il (kata kerja)
Penyusunan
Mubtada' + Khabar
Fi'il + Fa'il (+ Maf'ul bih)
Kesesuaian fi'il
Fi'il pada khabar menyesuaikan jumlah dan jenis pelakunya
Fi'il di awal selalu bentuk mufrad (tunggal), meski fa'il-nya jamak
Ingat!
Ciri paling mudah untuk membedakan: lihat kata pertama dalam kalimat — jika isim (kata benda) → jumlah ismiyah jika fi'il (kata kerja) → jumlah fi'liyah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar