Kamis, 10 September 2026

Latihan Tentang Asmaul Ayyam wasyuhur الجُمْلَةُ الإِسْمِيَّةُ وَالجُمْلَةُ الفِعْلِيَّةُ

IDENTITAS.

Nama Guru Pengampu : Ririn Era Listiya, S.Pd.I

Mata Pelajaran : Bahasa Arab

Hari/Tanggal : Kamis, 10 September 2026

Fase/Kelas : D / 8C-8D

Judul Materi : Kitabah tentang يَوْمِيَّاتُنَا فِي الْمَدْرَسَةِ (Keseharian Kita di Sekolah) Latihan Tentang Asmaul Ayyam wasyuhur   

CAPAIAN PEMBELAJARAN

: Peserta didik mampu memahami dan mengidentifikasi struktur kalimat bahasa Arab

  berupa jumlah ismiyah (mubtada'-khabar) dan jumlah fi'liyah (fi'il-fa'il-maf'ul bih)

  sesuai kaidah nahwu dasar, serta menggunakannya dalam kalimat sederhana

  terkait kehidupan sehari-hari.

TUJUAN PEMBELAJARAN

: Peserta didik mampu menyusun kalimat jumlah ismiyah (mubtada'-khabar) dan

  jumlah fi'liyah (fi'il-fa'il-maf'ul bih) secara tertulis dengan struktur yang tepat

  sesuai kaidah nahwu dasar.

• Mindfull (Berkesadaran)

: Peserta didik menyadari bahwa memahami pola jumlah ismiyah dan jumlah

  fi'liyah adalah dasar penting untuk dapat membaca dan memahami kalimat

  berbahasa Arab dengan benar.

• Meaningfull (Bermakna)

: Peserta didik mengaitkan pola kalimat ismiyah dan fi'liyah dengan kalimat

  sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti memperkenalkan diri,

  menyebutkan aktivitas harian, dan mendeskripsikan benda di sekitar.

• Joyful (Menyenangkan)

: Pembelajaran menggunakan metode permainan kartu kata (menyusun

  mubtada'-khabar dan fi'il-fa'il-maf'ul bih), diskusi kelompok, dan latihan

  menyusun kalimat secara kolaboratif agar peserta didik aktif dan antusias.


ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN 

: 1) Peserta didik mengenal pengertian dan ciri-ciri jumlah ismiyah dan jumlah

  fi'liyah.

  2) Peserta didik mengidentifikasi unsur mubtada'-khabar pada jumlah ismiyah

  dan unsur fi'il-fa'il-maf'ul bih pada jumlah fi'liyah melalui contoh kalimat.

  3) Peserta didik berlatih menyusun kalimat ismiyah dan fi'liyah sederhana

  secara terbimbing bersama guru dan teman sekelompok.

  4) Peserta didik menyusun kalimat jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah secara

  mandiri dengan struktur yang tepat.

  5) Peserta didik mempresentasikan kalimat yang disusun dan merefleksikan

  pemahamannya terhadap materi.

MATERI PEMBELAJARAN

Sebelum memasuki materi pembelajaran, mari kita mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.

1. Al-Malik (Yang Maha Merajai/Penguasa) dalam Konflik Cerita

Peserta didik diingatkan bahwa kekuasaan sejati di alam semesta ini mutlak milik Al-Malik. Tokoh pemimpin—baik yang adil maupun yang zalim—dalam cerita fiksi menjadi sarana refleksi bagi peserta didik, bahwa setiap bentuk kepemimpinan di dunia memiliki pertanggungjawaban moral dan spiritual di hadapan-Nya.

2. Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki) dalam Ide dan Inspirasi

Peserta didik diajarkan untuk menyadari bahwa inspirasi, ide cemerlang, dan kemampuan berpikir kreatif merupakan bentuk rezeki non-materi yang dianugerahkan oleh Ar-Razzaq. Oleh karena itu, proses kreatif dalam menulis hendaknya diawali dengan kesadaran spiritual, yaitu memohon kelancaran ide kepada Sang Maha Pemberi Rezeki.

3. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia

Peserta didik diajak merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia mampu menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, maka Allah Swt. adalah Pencipta yang sesungguhnya—Dialah yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan menjadi ada, lengkap dengan hukum alam yang sempurna. Perenungan ini melatih keimanan agar imajinasi manusia tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu mencipta secara hakiki.

MATERI AJAR BAHASA ARAB

الجُمْلَةُ الإِسْمِيَّةُ وَالجُمْلَةُ الفِعْلِيَّةُ


https://www.youtube.com/watch?v=e0fMhCxalIY

(Video ini menjelaskan tentang materi kita tentang jumlah ismiyah dan fi'liyah dengan jelas)

Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah

Elemen: Menulis-Mempresentasikan (Kitabah) | Fase D | SMP

A. Jumlah Ismiyah (الجُمْلَةُ الإِسْمِيَّةُ)

Jumlah ismiyah adalah kalimat bahasa Arab yang diawali dengan kata benda (isim).

1. Unsur Utama

Mubtada' (مُبْتَدَأ) — subjek atau kata benda di awal kalimat; biasanya bersifat ma'rifah (tertentu).

Khabar (خَبَر) — predikat atau kata yang menerangkan mubtada'; biasanya bersifat nakirah (umum).

2. Contoh

اَلْبَيْتُ نَظِيفٌ (al-baitu nadzifun) = Rumah itu bersih.

زَيْدٌ قَائِمٌ (Zaidun qaimun) = Zaid sedang berdiri.

B. Jumlah Fi'liyah (الجُمْلَةُ الفِعْلِيَّةُ)

Jumlah fi'liyah adalah kalimat bahasa Arab yang diawali dengan kata kerja (fi'il).

1. Unsur Utama

Fi'il (فِعْل) — kata kerja; bisa berbentuk fi'il madhi (lampau), mudhari' (sedang/akan terjadi), atau amr (perintah).

Fa'il (فَاعِل) — pelaku atau subjek yang melakukan pekerjaan.

Maf'ul bih (مَفْعُول بِه) — objek; tidak selalu ada, tergantung apakah kata kerjanya membutuhkan objek.

2. Pola Kalimat

Fi'il + Fa'il (+ Maf'ul bih, jika ada)

3. Contoh

ذَهَبَ زَيْدٌ إِلَى الْمَدْرَسَةِ (dzahaba Zaidun ilal madrasati) = Zaid telah pergi ke sekolah.

يَقْرَأُ التِّلْمِيذُ الْكِتَابَ (yaqra'u at-tilmidzu al-kitaba) = Murid itu sedang membaca buku.

C. Perbedaan Utama

Aturan Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah Kata awal Isim (kata benda) Fi'il (kata kerja)

Penyusunan

Mubtada' + Khabar

Fi'il + Fa'il (+ Maf'ul bih)

Kesesuaian fi'il

Fi'il pada khabar menyesuaikan jumlah dan jenis pelakunya

Fi'il di awal selalu bentuk mufrad (tunggal), meski fa'il-nya jamak

Ingat!

Ciri paling mudah untuk membedakan: lihat kata pertama dalam kalimat — jika isim (kata benda) → jumlah ismiyah; jika fi'il (kata kerja) → jumlah fi'liyah.

ASESMEN

II. Isian Singkat

Lengkapi pertanyaan berikut dengan jawaban yang tepat!

1. Unsur wajib dalam jumlah ismiyah adalah mubtada' dan ..............

2. Pelaku atau subjek yang melakukan pekerjaan dalam jumlah fi'liyah disebut ..............

3. Objek dalam jumlah fi'liyah disebut ..............

4. Kata يَقْرَأُ pada kalimat يَقْرَأُ التِّلْمِيذُ الْكِتَابَ termasuk unsur .............. 

5. Kalimat يَقْرَأُ التِّلْمِيذُ الْكِتَابَ artinya ..............


Kesimpulan :

Aturan Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah Kata awal Isim (kata benda) Fi'il (kata kerja)

Penyusunan

Mubtada' + Khabar

Fi'il + Fa'il (+ Maf'ul bih)

Kesesuaian fi'il

Fi'il pada khabar menyesuaikan jumlah dan jenis pelakunya

Fi'il di awal selalu bentuk mufrad (tunggal), meski fa'il-nya jamak

Ingat!

Ciri paling mudah untuk membedakan : 

lihat kata pertama dalam kalimat — jika isim (kata benda) → jumlah ismiyah jika fi'il (kata kerja) → jumlah fi'liyah.


Kesimpulan Hasil Pembelajaran :

Dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada hari ini di kelas 8C dan kelas 8D, terdapat hasil bahwa rata-rata peserta didik sudah mulai memahami materi yang disampaikan dengan melihat asesmen formatif, dan beberapa peserta didik perlu pendampingan dalam memahami materi Jumlah Ismiyah  dan Jumlah Fi'liyah. Suasana pembelajaran tetap efektif dan peserta didik hadir 95% dalam mengikuti kegiatan pembelajaran hari ini.

Rabu, 09 September 2026

LATIHAN SOAL 9C-9D

IDENTITAS

Nama Guru Pengampu : Ririn Era Listiya, S.Pd.I

Mata Pelajaran : Bahasa Arab

Hari/Tanggal : Selasa, 9 September 2026

Fase/Kelas : D / 9C dan 9D

Judul Materi : LATIHAN SOAL

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenal, melafalkan, dan menggunakan mufrodat (kosakata) nama-nama hari dalam satu pekan, nama-nama bulan Hijriyah, dan nama-nama bulan Masehi dalam bahasa Arab dengan baik dan benar.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:

       Menyebutkan dan menghafal nama-nama hari dalam bahasa Arab (السبت، الأحد، الاثنين، الثلاثاء، الأربعاء، الخميس، الجمعة).

       Menyebutkan urutan dan nama 12 bulan Hijriyah dalam bahasa Arab beserta artinya.

       Menyebutkan dan mencocokkan nama-nama bulan Masehi dengan padanan bahasa Arabnya.

       Menerapkan mufrodat hari dan bulan tersebut dalam kalimat sederhana berbahasa Arab terkait aktivitas sehari-hari.

Mindfull (Berkesadaran):

Peserta didik diajak menyadari bahwa penanggalan Hijriyah dan Masehi sama-sama digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga penting untuk dikuasai secara sadar dan bermakna, bukan sekadar dihafal.

Meaningfull (Bermakna):

Materi dikaitkan dengan kehidupan nyata peserta didik, seperti penggunaan nama hari untuk jadwal pelajaran, serta penggunaan bulan Hijriyah untuk penanggalan ibadah (misalnya Ramadan dan Dzulhijjah) dan bulan Masehi untuk penanggalan umum sehari-hari.

Joyfull (Menyenangkan):

Pembelajaran menggunakan metode permainan tebak kata (games mufrodat), kuis lisan berkelompok, dan latihan soal interaktif agar peserta didik antusias dan tidak merasa terbebani menghafal.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

       Peserta didik mengamati dan menirukan pelafalan mufrodat nama hari, bulan Hijriyah, dan bulan Masehi.

       Peserta didik berlatih menghafal melalui pengulangan dan permainan kata secara berkelompok.

       Peserta didik mengerjakan latihan soal pilihan ganda dan isian untuk mengukur pemahaman.

       Peserta didik mempresentasikan hasil latihan dan saling mengoreksi bersama guru.

       Guru memberikan penguatan dan kesimpulan di akhir pembelajaran.

MATERI PEMBELAJARAN

Sebelum memasuki materi pembelajaran, mari kita mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.

1. Al-Malik (Yang Maha Merajai/Penguasa) 

Allah menciptakan waktu, siang dan malam, serta pergantian hari dan bulan sebagai tanda kekuasaan-Nya.

2. Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki) dalam Ide dan Inspirasi

Peserta didik diajarkan untuk menyadari bahwa inspirasi, ide cemerlang, dan kemampuan berpikir kreatif merupakan bentuk rezeki non-materi yang dianugerahkan oleh Ar-Razzaq. Oleh karena itu, proses kreatif dalam menulis hendaknya diawali dengan kesadaran spiritual, yaitu memohon kelancaran ide kepada Sang Maha Pemberi Rezeki.

3. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia

Peserta didik diajak merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia mampu menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, maka Allah Swt. adalah Pencipta yang sesungguhnya—Dialah yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan menjadi ada, lengkap dengan hukum alam yang sempurna. Perenungan ini melatih keimanan agar imajinasi manusia tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu mencipta secara hakiki. 

ASMAU'UL AYYAM WASSYUHUR ( NAMA-NAMA HARI DAN BULAN )


https://www.youtube.com/watch?v=DPDcdJ8uRFA&t=77s

(Video ini menjelaskan materi nama hari dan bulan dalam bahasa arab)

Nama-nama Hari (أيام الأسبوع):

السبت  —  Sabtu

الأحد  —  Ahad/Minggu

الاثنين  —  Senin

الثلاثاء  —  Selasa

الأربعاء  —  Rabu

الخميس  —  Kamis

الجمعة  —  Jumat

Nama-nama Bulan Hijriyah (الشهور الهجرية):

محرّم  —  Muharram

صفر  —  Safar

ربيع الأول  —  Rabiul Awal

ربيع الآخر  —  Rabiul Akhir

جمادى الأولى  —  Jumadil Awal

جمادى الآخرة  —  Jumadil Akhir

رجب  —  Rajab

شعبان  —  Sya'ban

رمضان  —  Ramadan

شوال  —  Syawal

ذو القعدة  —  Dzulqa'dah

ذو الحجة  —  Dzulhijjah

Nama-nama Bulan Masehi (الشهور الميلادية):

يناير  —  Januari

فبراير  —  Februari

مارس  —  Maret

أبريل  —  April

مايو  —  Mei

يونيو  —  Juni

يوليو  —  Juli

أغسطس  —  Agustus

سبتمبر  —  September

أكتوبر  —  Oktober

نوفمبر  —  November

ديسمبر  —  Desember


ASESMEN :

Soal Latihan: Nama-nama Hari, Bulan Hijriyah, dan Bulan Masehi dalam Bahasa Arab

أ. اختر الإجابة الصحيحة (Pilihlah jawaban yang benar)

1. يوم السبت هو أول أيام الأسبوع. Bahasa Indonesia dari kata "السبت" adalah... a. Ahad b. Sabtu c. Senin d. Jumat

2. Bulan pertama dalam kalender Hijriyah adalah... a. رمضان b. شوال c. محرّم d. صفر

3. "شهر رمضان" adalah bulan ke berapa dalam kalender Hijriyah? a. Ke-7 b. Ke-8 c. Ke-9 d. Ke-10

4. Bahasa Arab dari bulan "Januari" adalah... a. فبراير b. يناير c. مارس d. أبريل

5. Hari yang dalam bahasa Arab disebut "الجمعة" merupakan hari... a. Kamis b. Jumat c. Sabtu d. Ahad

6. Bulan Hijriyah yang menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji adalah... a. شعبان b. ذو القعدة c. ذو الحجة d. رجب

7. "ديسمبر" dalam bahasa Indonesia berarti bulan... a. November b. Desember c. Oktober d. September

ب. أكمل الجمل التالية (Lengkapilah kalimat berikut)

8.  Sebutkan 3 nama bulan Hijriyah beserta artinya dalam bahasa Indonesia!



Kesimpulan Materi:

Nama-nama hari dalam bahasa arab pengucapannya hampir sama dengan nama hari nya contoh 



الجُمْلَةُ الإِسْمِيَّةُ وَالجُمْلَةُ الفِعْلِيَّةُ Latihan Tentang Asmaul Ayyam wasyuhur

IDENTITAS.

Nama Guru Pengampu : Ririn Era Listiya, S.Pd.I

Mata Pelajaran : Bahasa Arab

Hari/Tanggal : Rabu, 9 September 2026

Fase/Kelas : D / VIII B

Judul Materi : Kitabah tentang يَوْمِيَّاتُنَا فِي الْمَدْرَسَةِ (Keseharian Kita di Sekolah) jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah 


CAPAIAN PEMBELAJARAN

: Peserta didik mampu memahami dan mengidentifikasi struktur kalimat bahasa Arab

  berupa jumlah ismiyah (mubtada'-khabar) dan jumlah fi'liyah (fi'il-fa'il-maf'ul bih)

  sesuai kaidah nahwu dasar, serta menggunakannya dalam kalimat sederhana

  terkait kehidupan sehari-hari.

TUJUAN PEMBELAJARAN

: Peserta didik mampu menyusun kalimat jumlah ismiyah (mubtada'-khabar) dan

  jumlah fi'liyah (fi'il-fa'il-maf'ul bih) secara tertulis dengan struktur yang tepat

  sesuai kaidah nahwu dasar.

• Mindfull (Berkesadaran)

: Peserta didik menyadari bahwa memahami pola jumlah ismiyah dan jumlah

  fi'liyah adalah dasar penting untuk dapat membaca dan memahami kalimat

  berbahasa Arab dengan benar.

• Meaningfull (Bermakna)

: Peserta didik mengaitkan pola kalimat ismiyah dan fi'liyah dengan kalimat

  sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti memperkenalkan diri,

  menyebutkan aktivitas harian, dan mendeskripsikan benda di sekitar.

• Joyful (Menyenangkan)

: Pembelajaran menggunakan metode permainan kartu kata (menyusun

  mubtada'-khabar dan fi'il-fa'il-maf'ul bih), diskusi kelompok, dan latihan

  menyusun kalimat secara kolaboratif agar peserta didik aktif dan antusias.


ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN 

: 1) Peserta didik mengenal pengertian dan ciri-ciri jumlah ismiyah dan jumlah

  fi'liyah.

  2) Peserta didik mengidentifikasi unsur mubtada'-khabar pada jumlah ismiyah

  dan unsur fi'il-fa'il-maf'ul bih pada jumlah fi'liyah melalui contoh kalimat.

  3) Peserta didik berlatih menyusun kalimat ismiyah dan fi'liyah sederhana

  secara terbimbing bersama guru dan teman sekelompok.

  4) Peserta didik menyusun kalimat jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah secara

  mandiri dengan struktur yang tepat.

  5) Peserta didik mempresentasikan kalimat yang disusun dan merefleksikan

  pemahamannya terhadap materi.

MATERI PEMBELAJARAN

Sebelum memasuki materi pembelajaran, mari kita mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.

1. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia

Peserta didik secara sadar mengagumi detail dunia fantasi yang diidentifikasi, lalu merenungkan betapa jauh lebih agungnya dunia nyata yang diciptakan oleh Sang Pencipta Jagat Raya.

2. Al-Malik (Yang Maha Merajai/Penguasa) dalam Konflik Cerita

Peserta didik memahami bahwa sekuat apa pun konflik yang sengaja dibangun penulis, jalannya cerita tetap tunduk pada hukum sebab-akibat yang logis. Hal ini merefleksikan keteraturan alam semesta di bawah kendali Sang Penguasa Tertinggi.

3. Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki) dalam Ide dan Inspirasi

Peserta didik menganalisis bagian akhir cerita dengan gembira. Mereka diajak bersyukur bahwa setiap kesulitan di dunia nyata pasti memiliki jalan keluar yang sudah dijamin oleh Sang Pemberi Rezeki..

MATERI AJAR BAHASA ARAB

الجُمْلَةُ الإِسْمِيَّةُ وَالجُمْلَةُ الفِعْلِيَّةُ


Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah

Elemen: Menulis-Mempresentasikan (Kitabah) | Fase D | SMP

A. Jumlah Ismiyah (الجُمْلَةُ الإِسْمِيَّةُ)

Jumlah ismiyah adalah kalimat bahasa Arab yang diawali dengan kata benda (isim).

1. Unsur Utama

Mubtada' (مُبْتَدَأ) — subjek atau kata benda di awal kalimat; biasanya bersifat ma'rifah (tertentu).

Khabar (خَبَر) — predikat atau kata yang menerangkan mubtada'; biasanya bersifat nakirah (umum).

2. Pola Kalimat

Mubtada' + Khabar

3. Contoh

اَلْبَيْتُ نَظِيفٌ (al-baitu nadzifun) = Rumah itu bersih.

زَيْدٌ قَائِمٌ (Zaidun qaimun) = Zaid sedang berdiri.

B. Jumlah Fi'liyah (الجُمْلَةُ الفِعْلِيَّةُ)

Jumlah fi'liyah adalah kalimat bahasa Arab yang diawali dengan kata kerja (fi'il).

1. Unsur Utama

Fi'il (فِعْل) — kata kerja; bisa berbentuk fi'il madhi (lampau), mudhari' (sedang/akan terjadi), atau amr (perintah).

Fa'il (فَاعِل) — pelaku atau subjek yang melakukan pekerjaan.

Maf'ul bih (مَفْعُول بِه) — objek; tidak selalu ada, tergantung apakah kata kerjanya membutuhkan objek.

2. Pola Kalimat

Fi'il + Fa'il (+ Maf'ul bih, jika ada)

3. Contoh

ذَهَبَ زَيْدٌ إِلَى الْمَدْرَسَةِ (dzahaba Zaidun ilal madrasati) = Zaid telah pergi ke sekolah.

يَقْرَأُ التِّلْمِيذُ الْكِتَابَ (yaqra'u at-tilmidzu al-kitaba) = Murid itu sedang membaca buku.

C. Perbedaan Utama

Aturan Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah Kata awal Isim (kata benda) Fi'il (kata kerja)

Penyusunan

Mubtada' + Khabar

Fi'il + Fa'il (+ Maf'ul bih)

Kesesuaian fi'il

Fi'il pada khabar menyesuaikan jumlah dan jenis pelakunya

Fi'il di awal selalu bentuk mufrad (tunggal), meski fa'il-nya jamak

Ingat!

Ciri paling mudah untuk membedakan: lihat kata pertama dalam kalimat — jika isim (kata benda) → jumlah ismiyah; jika fi'il (kata kerja) → jumlah fi'liyah.

ASESMEN

II. Isian Singkat

Lengkapi pertanyaan berikut dengan jawaban yang tepat!

1. Unsur wajib dalam jumlah ismiyah adalah mubtada' dan ..............

2. Pelaku atau subjek yang melakukan pekerjaan dalam jumlah fi'liyah disebut ..............

3. Objek dalam jumlah fi'liyah disebut ..............

4. Kata يَقْرَأُ pada kalimat يَقْرَأُ التِّلْمِيذُ الْكِتَابَ termasuk unsur .............. 

5. Kalimat يَقْرَأُ التِّلْمِيذُ الْكِتَابَ artinya ..............


Kesimpulan :

Aturan Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah Kata awal Isim (kata benda) Fi'il (kata kerja)

Penyusunan

Mubtada' + Khabar

Fi'il + Fa'il (+ Maf'ul bih)

Kesesuaian fi'il

Fi'il pada khabar menyesuaikan jumlah dan jenis pelakunya

Fi'il di awal selalu bentuk mufrad (tunggal), meski fa'il-nya jamak

Ingat!

Ciri paling mudah untuk membedakan: lihat kata pertama dalam kalimat — jika isim (kata benda) → jumlah ismiyah jika fi'il (kata kerja) → jumlah fi'liyah.

Kesimpulan Hasil Pembelajaran :

Dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara Daring di kelas 8B, terdapat hasil bahwa rata-rata peserta didik sudah mulai memahami materi yang disampaikan dengan melihat asesmen formatif, dan beberapa peserta didik perlu pendampingan dalam memahami materi Jumlah Ismiyah  dan Jumlah Fi'liyah. Suasana pembelajaran tetap efektif dan peserta didik hadir 95% dalam mengikuti kegiatan pembelajaran secara daring.


Mufrodat الْمَرَافِقُ الْمَدْرَسِيَّةُ (Fasilitas Sekolah

 IDENTITAS :

Nama Guru Pengampu : Ririn Era Listiya, S.Pd.

Mata Pelajaran : Bahasa Arab

Hari/Tanggal : Rabu, 9 September 2026

Fase/Kelas : D / 7A,7B,7C

Judul Materi : Mufrodat الْمَرَافِقُ الْمَدْرَسِيَّةُ (Fasilitas Sekolah)

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu memahami, melafalkan, dan menggunakan kosakata (mufrodat) bahasa Arab terkait tema fasilitas sekolah dengan baik dan benar, serta mampu mengaitkan makna kosakata tersebut dengan tempat-tempat dan fungsinya yang nyata di lingkungan sekolah.


TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Prinsip Penerapan dalam Pembelajaran Mufrodat

Mindful Learning (Pembelajaran Bermakna Penuh Kesadaran) Peserta didik diajak sadar penuh mengenali dan mengamati langsung fasilitas yang ada di sekolah mereka sendiri (kelas, masjid, kantin, perpustakaan), sehingga mufrodat dipelajari bukan sekadar hafalan, melainkan dari pengamatan nyata lingkungan sekitar.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna) Mufrodat dirangkai dalam teks narasi yang menghubungkan setiap fasilitas dengan fungsinya (misalnya masjid untuk salat, kantin untuk membeli makanan), sehingga peserta didik memahami keterkaitan makna kata dengan kegunaannya, bukan hafalan kata lepas.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan) Pembelajaran dikemas melalui kegiatan menyenangkan seperti "tur berkeliling sekolah" (school tour) sambil menyebutkan mufrodat, permainan tebak tempat dari gambar denah sekolah, atau kuis mencocokkan fasilitas dengan fungsinya.


MATERI PEMBELAJARAN

Sebelum memasuki materi pembelajaran, mari kita mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.

1. Al-Malik (Yang Maha Merajai/Penguasa) dalam Konflik Cerita

Peserta didik diingatkan bahwa kekuasaan sejati di alam semesta ini mutlak milik Al-Malik. Tokoh pemimpin—baik yang adil maupun yang zalim—dalam cerita fiksi menjadi sarana refleksi bagi peserta didik, bahwa setiap bentuk kepemimpinan di dunia memiliki pertanggungjawaban moral dan spiritual di hadapan-Nya.

2. Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki) dalam Ide dan Inspirasi

Peserta didik diajarkan untuk menyadari bahwa inspirasi, ide cemerlang, dan kemampuan berpikir kreatif merupakan bentuk rezeki non-materi yang dianugerahkan oleh Ar-Razzaq. Oleh karena itu, proses kreatif dalam menulis hendaknya diawali dengan kesadaran spiritual, yaitu memohon kelancaran ide kepada Sang Maha Pemberi Rezeki.

3. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia

Peserta didik diajak merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia mampu menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, maka Allah Swt. adalah Pencipta yang sesungguhnya—Dialah yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan menjadi ada, lengkap dengan hukum alam yang sempurna. Perenungan ini melatih keimanan agar imajinasi manusia tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu mencipta secara hakiki.

الْمَرَافِقُ الْمَدْرَسِيَّةُ

(Fasilitas Sekolah)


أ. الْمُفْرَدَاتُ (Kosakata)

No العربية (Arab) Latin Indonesia

1 الْمَرَافِقُ الْمَدْرَسِيَّةُ al-maraafiq al-madrasiyyah fasilitas sekolah

2 الْفَصْلُ / الصَّفُّ al-fashl / ash-shaff ruang kelas

3 مَكْتَبُ الْمُدِيرِ maktab al-mudiir ruang kepala sekolah

4 غُرْفَةُ الْمُعَلِّمِينَ ghurfah al-mu'allimiin ruang guru

5 الْمَكْتَبَةُ al-maktabah perpustakaan

6 الْمَعْمَلُ / الْمُخْتَبَرُ al-ma'mal / al-mukhtabar laboratorium

7 مَعْمَلُ الْحَاسُوبِ ma'mal al-haasuub laboratorium komputer

8 الْمَسْجِدُ / الْمُصَلَّى al-masjid / al-mushalla masjid / musala

9 الْمَقْصَفُ / الْمَطْعَمُ al-maqshaf / al-math'am kantin

10 دَوْرَةُ الْمِيَاهِ / الْحَمَّامُ dauratul miyaah / al-hammaam kamar mandi/WC

11 الْمَلْعَبُ al-mal'ab lapangan olahraga

12 السَّاحَةُ as-saahah halaman sekolah

13 الْمَمَرُّ al-mamarr koridor / lorong

14 مَوْقِفُ السَّيَّارَاتِ mauqif as-sayyaaraat tempat parkir

15 غُرْفَةُ الصِّحَّةِ / الْعِيَادَةُ ghurfah ash-shihhah / al-'iyaadah ruang UKS/klinik

16 قَاعَةُ الِاجْتِمَاعَاتِ qaa'ah al-ijtimaa'aat aula / ruang pertemuan

17 بَابُ الْمَدْرَسَةِ baab al-madrasah gerbang/pintu sekolah

18 السُّلَّمُ as-sullam tangga

19 الْحَدِيقَةُ al-hadiiqah taman

20 خِزَانَةُ الْكُتُبِ khizaanah al-kutub rak/lemari buku

ب. النَّصُّ (Teks Bacaan)

الْمَرَافِقُ فِي مَدْرَسَتِي


مَدْرَسَتِي كَبِيرَةٌ وَجَمِيلَةٌ، وَفِيهَا مَرَافِقُ كَثِيرَةٌ تُسَاعِدُ التَّلَامِيذَ عَلَى التَّعَلُّمِ وَالنَّشَاطِ.

فِي الْمَدْرَسَةِ فُصُولٌ وَاسِعَةٌ وَنَظِيفَةٌ، وَبِجَانِبِهَا مَكْتَبَةٌ كَبِيرَةٌ فِيهَا كُتُبٌ وَقِصَصٌ مُفِيدَةٌ. وَهُنَاكَ أَيْضًا مَعْمَلُ الْحَاسُوبِ لِتَعَلُّمِ الْكُمْبِيُوتَرِ، وَمَعْمَلُ الْعُلُومِ لِإِجْرَاءِ التَّجَارِبِ.

فِي وَسَطِ الْمَدْرَسَةِ يُوجَدُ مَسْجِدٌ جَمِيلٌ نُصَلِّي فِيهِ الظُّهْرَ جَمَاعَةً. وَبِجَانِبِ الْمَسْجِدِ يُوجَدُ مَقْصَفٌ نَشْتَرِي مِنْهُ الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ فِي وَقْتِ الِاسْتِرَاحَةِ.

لِلْمَدْرَسَةِ مَلْعَبٌ كَبِيرٌ نَلْعَبُ فِيهِ كُرَةَ الْقَدَمِ وَكُرَةَ السَّلَّةِ. وَإِذَا مَرِضَ أَحَدُ التَّلَامِيذِ، يَذْهَبُ إِلَى غُرْفَةِ الصِّحَّةِ لِلْعِلَاجِ.

كُلُّ هَذِهِ الْمَرَافِقِ تَجْعَلُ الدِّرَاسَةَ مُمْتِعَةً وَمُرِيحَةً.


Terjemahan: Sekolahku besar dan indah, di dalamnya terdapat banyak fasilitas yang membantu para murid dalam belajar dan beraktivitas.

Di sekolah ada ruang kelas yang luas dan bersih, di sampingnya ada perpustakaan besar berisi buku-buku dan cerita yang bermanfaat. Ada juga laboratorium komputer untuk belajar komputer, dan laboratorium sains untuk melakukan percobaan.

Di tengah sekolah ada masjid yang indah, tempat kami salat Zuhur berjamaah. Di samping masjid ada kantin, tempat kami membeli makanan dan minuman saat istirahat.

Sekolah memiliki lapangan besar tempat kami bermain sepak bola dan bola basket. Jika ada murid yang sakit, dia pergi ke ruang UKS untuk berobat.

Semua fasilitas ini membuat belajar menjadi menyenangkan dan nyaman.


ج. التَّرَاكِيبُ (Pola Kalimat)

Menunjukkan keberadaan tempat (kalimat isim/jumlah ismiyyah dengan kata tunjuk lokasi):

Pola Contoh Arti

فِي + (tempat) + يُوجَدُ / تُوجَدُ + (isim) فِي الْمَدْرَسَةِ تُوجَدُ مَكْتَبَةٌ Di sekolah ada perpustakaan

هَذَا/هَذِهِ + (isim) + (sifat) هَذَا الْمَلْعَبُ كَبِيرٌ Lapangan ini besar

بِجَانِبِ + (isim majrur) بِجَانِبِ الْمَسْجِدِ مَقْصَفٌ Di samping masjid ada kantin

Kata petunjuk arah/posisi (ظرف المكان):

فِي وَسَطِ (di tengah) — بِجَانِبِ (di samping) — أَمَامَ (di depan) — خَلْفَ (di belakang)

د. أَسْئِلَةُ الْفَهْمِ (Pertanyaan Pemahaman)

أَيْنَ يُصَلِّي التَّلَامِيذُ الظُّهْرَ؟ (Di mana murid-murid salat Zuhur?)

مَاذَا يُوجَدُ بِجَانِبِ الْمَسْجِدِ؟ (Apa yang ada di samping masjid?)

أَيْنَ يَلْعَبُ التَّلَامِيذُ كُرَةَ الْقَدَمِ؟ (Di mana murid-murid bermain sepak bola?)

مَاذَا يَفْعَلُ التِّلْمِيذُ إِذَا مَرِضَ؟ (Apa yang dilakukan murid jika sakit?)

هـ. تَدْرِيبٌ (Latihan)

Pasangkan gambar/fungsi berikut dengan mufrodat yang tepat:

Tempat membaca dan meminjam buku → ﴿ ......... ﴾

Tempat berobat jika sakit → ﴿ ......... ﴾

Tempat salat berjamaah → ﴿ ......... ﴾

Tempat membeli makanan → ﴿ ......... ﴾

Tempat bermain olahraga → ﴿ ......... ﴾

Kesimpulan:

المَرَافِقُ المَدْرَسِيَّةُ (Fasilitas Sekolah)

Sekolah memiliki berbagai مَرَافِق (fasilitas) yang masing-masing memiliki fungsi berbeda untuk mendukung proses belajar dan aktivitas siswa, di antaranya:

الفَصْل (ruang kelas) — tempat belajar

المَكْتَبَة (perpustakaan) — tempat membaca dan meminjam buku

المَعْمَل (laboratorium) — tempat praktik/percobaan

المَسْجِد (masjid) — tempat ibadah

المَقْصَف (kantin) — tempat makan-minum

المَلْعَب (lapangan) — tempat berolahraga

غُرْفَة الصِّحَّة (ruang UKS) — tempat berobat

Dengan mengenal mufrodat dan fungsi setiap fasilitas ini, siswa tidak hanya memperkaya kosakata bahasa Arab, tetapi juga memahami baga

imana setiap tempat di sekolah saling melengkapi untuk menunjang kegiatan belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan.




Senin, 07 September 2026

Mufrodat الْمَرَافِقُ الْمَدْرَسِيَّةُ (Fasilitas Sekolah)

IDENTITAS :

Nama Guru Pengampu : Ririn Era Listiya, S.Pd.I

Mata Pelajaran : Bahasa Arab

Hari/Tanggal : Senin, 7 September 2026

Fase/Kelas : D / 7D-7E

Judul Materi : Mufrodat الْمَرَافِقُ الْمَدْرَسِيَّةُ (Fasilitas Sekolah)


CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu memahami, melafalkan, dan menggunakan kosakata (mufrodat) bahasa Arab terkait tema fasilitas sekolah dengan baik dan benar, serta mampu mengaitkan makna kosakata tersebut dengan tempat-tempat dan fungsinya yang nyata di lingkungan sekolah.

TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Peserta didik mampu memahami mufrodat fasilitas sekolah dan mampu membaca dengan makhorijul huruf yang benar.

PrinsipPenerapan dalam Pembelajaran Mufrodat
Mindful Learning (Pembelajaran Bermakna Penuh Kesadaran)Peserta didik diajak sadar penuh mengenali dan mengamati langsung fasilitas yang ada di sekolah mereka sendiri (kelas, masjid, kantin, perpustakaan), sehingga mufrodat dipelajari bukan sekadar hafalan, melainkan dari pengamatan nyata lingkungan sekitar.
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)Mufrodat dirangkai dalam teks narasi yang menghubungkan setiap fasilitas dengan fungsinya (misalnya masjid untuk salat, kantin untuk membeli makanan), sehingga peserta didik memahami keterkaitan makna kata dengan kegunaannya, bukan hafalan kata lepas.
Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)Pembelajaran dikemas melalui kegiatan menyenangkan seperti "tur berkeliling sekolah" (school tour) sambil menyebutkan mufrodat, permainan tebak tempat dari gambar denah sekolah, atau kuis mencocokkan fasilitas dengan fungsinya.


MATERI PEMBELAJARAN

Sebelum memasuki materi pembelajaran, mari kita mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.

1. Al-Malik (Yang Maha Merajai/Penguasa) 

Peserta didik diingatkan bahwa kekuasaan sejati di alam semesta ini mutlak milik Al-Malik. Tokoh pemimpin—baik yang adil maupun yang zalim—dalam cerita fiksi menjadi sarana refleksi bagi peserta didik, bahwa setiap bentuk kepemimpinan di dunia memiliki pertanggungjawaban moral dan spiritual di hadapan-Nya.

2. Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki) 

Peserta didik diajarkan untuk menyadari bahwa inspirasi, ide cemerlang, dan kemampuan berpikir kreatif merupakan bentuk rezeki non-materi yang dianugerahkan oleh Ar-Razzaq. Oleh karena itu, proses kreatif dalam menulis hendaknya diawali dengan kesadaran spiritual, yaitu memohon kelancaran ide kepada Sang Maha Pemberi Rezeki.

3. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) 

Peserta didik diajak merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia mampu menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, maka Allah Swt. adalah Pencipta yang sesungguhnya—Dialah yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan menjadi ada, lengkap dengan hukum alam yang sempurna. Perenungan ini melatih keimanan agar imajinasi manusia tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu mencipta secara hakiki.

الْمَرَافِقُ الْمَدْرَسِيَّةُ

(Fasilitas Sekolah)



أ. الْمُفْرَدَاتُ (Kosakata)

No العربية (Arab) Latin Indonesia
1 الْمَرَافِقُ الْمَدْرَسِيَّةُ al-maraafiq al-madrasiyyah fasilitas sekolah
2 الْفَصْلُ / الصَّفُّ al-fashl / ash-shaff ruang kelas
3 مَكْتَبُ الْمُدِيرِ maktab al-mudiir ruang kepala sekolah
4 غُرْفَةُ الْمُعَلِّمِينَ ghurfah al-mu'allimiin ruang guru
5 الْمَكْتَبَةُ al-maktabah perpustakaan
6 الْمَعْمَلُ / الْمُخْتَبَرُ al-ma'mal / al-mukhtabar laboratorium
7 مَعْمَلُ الْحَاسُوبِ ma'mal al-haasuub laboratorium komputer
8 الْمَسْجِدُ / الْمُصَلَّى al-masjid / al-mushalla masjid / musala
9 الْمَقْصَفُ / الْمَطْعَمُ al-maqshaf / al-math'am kantin
10 دَوْرَةُ الْمِيَاهِ / الْحَمَّامُ dauratul miyaah / al-hammaam kamar mandi/WC
11 الْمَلْعَبُ al-mal'ab lapangan olahraga
12 السَّاحَةُ as-saahah halaman sekolah
13 الْمَمَرُّ al-mamarr koridor / lorong
14 مَوْقِفُ السَّيَّارَاتِ mauqif as-sayyaaraat tempat parkir
15 غُرْفَةُ الصِّحَّةِ / الْعِيَادَةُ ghurfah ash-shihhah / al-'iyaadah ruang UKS/klinik
16 قَاعَةُ الِاجْتِمَاعَاتِ qaa'ah al-ijtimaa'aat aula / ruang pertemuan
17 بَابُ الْمَدْرَسَةِ baab al-madrasah gerbang/pintu sekolah
18 السُّلَّمُ as-sullam tangga
19 الْحَدِيقَةُ al-hadiiqah taman
20 خِزَانَةُ الْكُتُبِ khizaanah al-kutub rak/lemari buku

ب. النَّصُّ (Teks Bacaan)

الْمَرَافِقُ فِي مَدْرَسَتِي

مَدْرَسَتِي كَبِيرَةٌ وَجَمِيلَةٌ، وَفِيهَا مَرَافِقُ كَثِيرَةٌ تُسَاعِدُ التَّلَامِيذَ عَلَى التَّعَلُّمِ وَالنَّشَاطِ.

فِي الْمَدْرَسَةِ فُصُولٌ وَاسِعَةٌ وَنَظِيفَةٌ، وَبِجَانِبِهَا مَكْتَبَةٌ كَبِيرَةٌ فِيهَا كُتُبٌ وَقِصَصٌ مُفِيدَةٌ. وَهُنَاكَ أَيْضًا مَعْمَلُ الْحَاسُوبِ لِتَعَلُّمِ الْكُمْبِيُوتَرِ، وَمَعْمَلُ الْعُلُومِ لِإِجْرَاءِ التَّجَارِبِ.

فِي وَسَطِ الْمَدْرَسَةِ يُوجَدُ مَسْجِدٌ جَمِيلٌ نُصَلِّي فِيهِ الظُّهْرَ جَمَاعَةً. وَبِجَانِبِ الْمَسْجِدِ يُوجَدُ مَقْصَفٌ نَشْتَرِي مِنْهُ الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ فِي وَقْتِ الِاسْتِرَاحَةِ.

لِلْمَدْرَسَةِ مَلْعَبٌ كَبِيرٌ نَلْعَبُ فِيهِ كُرَةَ الْقَدَمِ وَكُرَةَ السَّلَّةِ. وَإِذَا مَرِضَ أَحَدُ التَّلَامِيذِ، يَذْهَبُ إِلَى غُرْفَةِ الصِّحَّةِ لِلْعِلَاجِ.

كُلُّ هَذِهِ الْمَرَافِقِ تَجْعَلُ الدِّرَاسَةَ مُمْتِعَةً وَمُرِيحَةً.

Terjemahan: Sekolahku besar dan indah, di dalamnya terdapat banyak fasilitas yang membantu para murid dalam belajar dan beraktivitas.

Di sekolah ada ruang kelas yang luas dan bersih, di sampingnya ada perpustakaan besar berisi buku-buku dan cerita yang bermanfaat. Ada juga laboratorium komputer untuk belajar komputer, dan laboratorium sains untuk melakukan percobaan.

Di tengah sekolah ada masjid yang indah, tempat kami salat Zuhur berjamaah. Di samping masjid ada kantin, tempat kami membeli makanan dan minuman saat istirahat.

Sekolah memiliki lapangan besar tempat kami bermain sepak bola dan bola basket. Jika ada murid yang sakit, dia pergi ke ruang UKS untuk berobat.

Semua fasilitas ini membuat belajar menjadi menyenangkan dan nyaman.


ج. التَّرَاكِيبُ (Pola Kalimat)

Menunjukkan keberadaan tempat (kalimat isim/jumlah ismiyyah dengan kata tunjuk lokasi):

Pola Contoh Arti
فِي + (tempat) + يُوجَدُ / تُوجَدُ + (isim) فِي الْمَدْرَسَةِ تُوجَدُ مَكْتَبَةٌ Di sekolah ada perpustakaan
هَذَا/هَذِهِ + (isim) + (sifat) هَذَا الْمَلْعَبُ كَبِيرٌ Lapangan ini besar
بِجَانِبِ + (isim majrur) بِجَانِبِ الْمَسْجِدِ مَقْصَفٌ Di samping masjid ada kantin

Kata petunjuk arah/posisi (ظرف المكان):

  • فِي وَسَطِ (di tengah) — بِجَانِبِ (di samping) — أَمَامَ (di depan) — خَلْفَ (di belakang)

د. أَسْئِلَةُ الْفَهْمِ (Pertanyaan Pemahaman)

  1. أَيْنَ يُصَلِّي التَّلَامِيذُ الظُّهْرَ؟ (Di mana murid-murid salat Zuhur?)
  2. مَاذَا يُوجَدُ بِجَانِبِ الْمَسْجِدِ؟ (Apa yang ada di samping masjid?)
  3. أَيْنَ يَلْعَبُ التَّلَامِيذُ كُرَةَ الْقَدَمِ؟ (Di mana murid-murid bermain sepak bola?)
  4. مَاذَا يَفْعَلُ التِّلْمِيذُ إِذَا مَرِضَ؟ (Apa yang dilakukan murid jika sakit?)

هـ. تَدْرِيبٌ (Latihan)

Pasangkan gambar/fungsi berikut dengan mufrodat yang tepat:

  1. Tempat membaca dan meminjam buku → ﴿ ......... ﴾
  2. Tempat berobat jika sakit → ﴿ ......... ﴾
  3. Tempat salat berjamaah → ﴿ ......... ﴾
  4. Tempat membeli makanan → ﴿ ......... ﴾
  5. Tempat bermain olahraga → ﴿ ......... ﴾

:  KesimpulanMateri


المَرَافِقُ المَدْرَسِيَّةُ (Fasilitas Sekolah)

Sekolah memiliki berbagai مَرَافِق (fasilitas) yang masing-masing memiliki fungsi berbeda untuk mendukung proses belajar dan aktivitas siswa, di antaranya:

  • الفَصْل (ruang kelas) — tempat belajar
  • المَكْتَبَة (perpustakaan) — tempat membaca dan meminjam buku
  • المَعْمَل (laboratorium) — tempat praktik/percobaan
  • المَسْجِد (masjid) — tempat ibadah
  • المَقْصَف (kantin) — tempat makan-minum
  • المَلْعَب (lapangan) — tempat berolahraga
  • غُرْفَة الصِّحَّة (ruang UKS) — tempat berobat

Dengan mengenal mufrodat dan fungsi setiap fasilitas ini, siswa tidak hanya memperkaya kosakata bahasa Arab, tetapi juga memahami bagaimana setiap tempat di sekolah saling melengkapi untuk menunjang kegiatan belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan.

Kesimpulan Hasil Pembelajaran 

Dari hasil pembelajaran secara daring , di dapat peserta didik sebagian besar memahami materi yang di berikan, namun ada beberapa peserta didik yang masih belum paham materi yang di jelaskan . 



Rabu, 02 September 2026

Maharoh Qiro'ah يَوْمِيَّاتُنَا فِي الْمَدْرَسَةِ (Keseharian Kita di Sekolah)

 

IDENTITAS.

Nama Guru Pengampu : Ririn Era Listiya, S.Pd.I

Mata Pelajaran : Bahasa Arab

Hari/Tanggal : Senin, 7 September 2026

Fase/Kelas : D / 8A-8D

Judul Materi : Qiro'ah tentang يَوْمِيَّاتُنَا فِي الْمَدْرَسَةِ (Keseharian Kita di Sekolah)

Capaian Pembelajaran (CP)

Elemen: Qirā’ah (Membaca)

Peserta didik mampu memahami informasi tersurat dan tersirat dari teks sederhana berbahasa Arab tentang aktivitas sehari-hari sebelum berangkat ke sekolah, dengan mengenali kosakata, ungkapan, struktur kalimat, serta informasi penting dalam teks. Peserta didik mampu membaca teks dengan lafal, intonasi, dan kelancaran yang tepat, menemukan ide pokok dan informasi rinci, menghubungkan isi bacaan dengan pengalaman sehari-hari, serta menyampaikan kembali informasi dari teks secara lisan maupun tertulis dengan sikap percaya diri, disiplin, dan bertanggung jawab.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran materi أَنْشِطَتِي قَبْلَ الذَّهَابِ إِلَى الْمَدْرَسَةِ, peserta didik diharapkan mampu:

Mengidentifikasi kosakata bahasa Arab yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari sebelum berangkat ke sekolah.

Membaca teks أَنْشِطَتِي قَبْلَ الذَّهَابِ إِلَى الْمَدْرَسَةِ dengan lafal, makhraj, dan intonasi yang tepat.


 * Mindful Learning (Kesadaran Diri & Reflektif): Peserta didik secara sadar dan teliti membaca teks qira'ah untuk mengenali urutan waktu dan jenis kegiatan pagi, serta merefleksikan pentingnya manajemen waktu, kebiasaan ibadah, dan kedisiplinan sebelum beraktivitas.

 * Meaningful Learning (Bermakna & Relevan): Peserta didik mampu mengaitkan kosakata serta struktur kalimat dalam teks dengan pengalaman pribadi mereka di rumah, serta mengartikulasikan nilai tanggung jawab dan bantuan kepada keluarga dalam konteks kehidupan nyata.

 * Joyful Learning (Menyenangkan & Kolaboratif): Peserta didik mampu mengekspresikan pemahaman teks melalui media interaktif, permainan memasangkan kata dan gambar, atau simulasi peran (role-play) rutinitas pagi bersama teman dengan penuh percaya diri dan antusias.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

| Tahap | Tujuan Pembelajaran (TP) | Aktivitas Pembelajaran Utama | Indikator Ketercapaian |

| 1. Pengenalan & Pelafalan | Membaca nyaring teks qira'ah dengan ketepatan makhraj dan intonasi. | Modelling membaca oleh guru, dilanjutkan dengan pembacaan berpasangan (paired reading). | Peserta didik dapat membaca teks tanpa kesalahan makhraj yang fatal. |

| 2. Eksplorasi Kosakata | Mengidentifikasi dan menerjemahkan kata kunci terkait kegiatan pagi. | Permainan kartu kata (flashcards) dan mencocokkan kosakata kegiatan dengan gambar yang sesuai. | Peserta didik mampu menyebutkan arti dari minimal 10 kosakata kegiatan pagi. |

| 3. Pemahaman Teks | Menggali informasi rinci dan menjawab pertanyaan berbasis isi teks. | Diskusi kelompok untuk menjawab pertanyaan pemahaman dan menyusun urutan peristiwa sesuai teks. | Peserta didik mampu menjawab pertanyaan fahmul maqru' secara tepat. |

| 4. Analisis Kebahasaan | Menentukan pola kata kerja (fi'il mudhari') untuk subjek orang pertama. | Mengisolasi kata kerja dalam teks (seperti أَسْتَيْقِظُ, أُرَتِّبُ, أَذْهَبُ) dan menganalisis perubahannya. | Peserta didik mampu menemukan dan menggunakan bentuk kata kerja dhamir ana secara benar. |

| 5. Penerapan & Refleksi | Menyusun narasi singkat atau mempraktikkan rutinitas pagi secara lisan. | Membuat jadwal kegiatan pagi pribadi dalam bahasa Arab dan mensimulasikannya di depan kelas. | Peserta didik mampu menceritakan rutinitas pagi pribadi dengan rasa percaya diri. |


Sebelum memasuki materi pembelajaran, mari kita mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah menciptakan kita semua.

1. Al-Malik (Yang Maha Merajai/Penguasa) dalam Konflik Cerita

Peserta didik diingatkan bahwa kekuasaan sejati di alam semesta ini mutlak milik Al-Malik. Tokoh pemimpin—baik yang adil maupun yang zalim—dalam cerita fiksi menjadi sarana refleksi bagi peserta didik, bahwa setiap bentuk kepemimpinan di dunia memiliki pertanggungjawaban moral dan spiritual di hadapan-Nya.

2. Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki) dalam Ide dan Inspirasi

Peserta didik diajarkan untuk menyadari bahwa inspirasi, ide cemerlang, dan kemampuan berpikir kreatif merupakan bentuk rezeki non-materi yang dianugerahkan oleh Ar-Razzaq. Oleh karena itu, proses kreatif dalam menulis hendaknya diawali dengan kesadaran spiritual, yaitu memohon kelancaran ide kepada Sang Maha Pemberi Rezeki.

3. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) vs. Imajinasi Manusia

Peserta didik diajak merenungkan bahwa kemampuan manusia menciptakan cerita hanyalah bentuk imitasi terbatas dari kekuasaan Al-Khaliq. Jika manusia mampu menciptakan dunia fantasi dalam pikiran dan tulisan, maka Allah Swt. adalah Pencipta yang sesungguhnya—Dialah yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan menjadi ada, lengkap dengan hukum alam yang sempurna. Perenungan ini melatih keimanan agar imajinasi manusia tidak melampaui batas ketuhanan atau mengklaim diri mampu mencipta secara hakiki

MATERI PEMBELAJARAN 


 أَنْشِطَتِي قَبْلَ الذَّهَابِ إِلَى الْمَدْرَسَةِ


لِكُلٍّ مِنَّا أَنْشِطَةٌ يَوْمِيَّةٌ إِمَّا فِي الْبَيْتِ وَإِمَّا فِي الْمَدْرَسَةِ. وَنَحْنُ كَالطُّلَّابِ لَنَا أَنْشِطَةٌ كَثِيرَةٌ كُلَّ يَوْمٍ مُنْذُ الِاسْتِيْقَاظِ إِلَى النَّوْمِ مَرَّةً أُخْرَى.

وَهُنَا أُعَرِّفُكُمْ عَنْ أَنْشِطَتِي قَبْلَ الذَّهَابِ إِلَى الْمَدْرَسَةِ. أَسْتَيْقِظُ صَبَاحًا مُبَكِّرًا يَعْنِي فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ وَلَا أَنْسَى قِرَاءَةَ الدُّعَاءِ بَعْدَ الِاسْتِيْقَاظِ "الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ".

ثُمَّ أُرَتِّبُ السَّرِيرَ وَالْوِسَادَةَ وَالْبِطَانِيَّةَ بَلْ أَكْنُسُ الْغُرْفَةَ لِجَعْلِهَا تَبْدُو نَظِيفَةً مَرَّةً أُخْرَى. وَبَعْدَ قَلِيلٍ أَتَوَضَّأُ وَأَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِدِ مَعَ أُسْرَتِي لِأَدَاءِ صَلَاةِ الصُّبْحِ جَمَاعَةً. وَأَنَا أَكُونُ مَأْمُومًا لِأَبِي لِأَنَّهُ يَؤُمُّ الْجَمَاعَةَ.

بَعْدَ الِانْتِهَاءِ مِنَ الصَّلَاةِ أَسْمَعُ مُحَاضَرَةً صَبَاحِيَّةً قَدْرَ ثَلَاثِينَ دَقِيقَةً. بَعْدَ الرُّجُوعِ مِنَ الْمَسْجِدِ أَكْنُسُ فِنَاءَ الْمَنْزِلِ وَأُحْرِقُ الزِّبَالَةَ، ثُمَّ أَغْتَسِلُ فِي الْحَمَّامِ وَأُنَظِّفُ أَسْنَانِي بِالْفُرْشَةِ لِيُصْبِحَ جِسْمِي مُنْتَعِشًا. وَبَعْدَ ارْتِدَاءِ زِيِّ مَدْرَسَتِي أَذْهَبُ إِلَى غُرْفَةِ  .الْأَكْلِ وَبَعْدَئِذٍ أَتَنَاوَلُ الْفُطُورَ مَعَ الْأُسْرَةِ.ثُمَّ أَذْهَبُ إِلَى الْمَدْرَسَةِ بِكُلِّ سُرُورٍ وَحَمَاسٍ

Kesimpulan Materi 

Dari materi diatas dapat disimpulkan  bahwa ada beberapa mufrofat / kosa kata yang dapat kita rangkum .

Struktur bahasa yang dominan dalam teks: pola fi'il mudhari' berdhamir ana (أَسْتَيْقِظُ، أُرَتِّبُ، أَتَوَضَّأُ، أَذْهَبُ، dst.) yang menunjukkan kegiatan yang biasa/rutin dilakukan.

ASSESMEN

Dari Materi diatas silahkan terjemahkan atau simpulkan isi dari materi Qiro'ah tersebut. 

Kirimkan jawaban kalian melalui komentar dengan format sbb :

1. Nama Lengkap 

2. Kelas 

3. Simpulan atau Jawaban 

Kitabah tentang يَوْمِيَّاتُنَا فِي الْمَدْرَسَةِ (Keseharian Kita di Sekolah) jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah

  IDENTITAS . Nama Guru Pengampu : Ririn Era Listiya, S.Pd.I Mata Pelajaran : Bahasa Arab Hari/Tanggal : KAMIS, 17 September 2026 Fase/Kelas...