1. Ta'aruf
2. Nama-nama bulan Hijriyah
3. Nama-nama bulan Masehi
4. Tashruf Lughowi Fiil Madhi
5. Tashrif Lughowi Fiil Mudhori'
6. Kalimat ( Kata )
7. Pengertian Fiil Madhi dan Mudhori'
8. Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah
Bahasa Arab adalah bahasa yang paling mulia Ibnu Katsir juga menyatakan, “Karena Al-Qur’an adalah kitab yang paling mulia, diturunkan dengan bahasa yang paling mulia, diajarkan pada Rasul yang paling mulia, disampaikan oleh malaikat yang paling mulia, diturunkan di tempat yang paling mulia di muka bumi, diturunkan pula di bulan yang mulia yaitu bulan Ramadhan. Dari berbagai sisi itu, kita bisa menilai bagaimanakah mulianya kitab suci Al-Qur’an.”
1. Ta'aruf
2. Nama-nama bulan Hijriyah
3. Nama-nama bulan Masehi
4. Tashruf Lughowi Fiil Madhi
5. Tashrif Lughowi Fiil Mudhori'
6. Kalimat ( Kata )
7. Pengertian Fiil Madhi dan Mudhori'
8. Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah
1. Ta'aruf
2. Assa'ah ( Jam )
3. Jumlah Ismiyah
4. Jumlah Fi'liyah
5. Mihnatun ( kosa kata tentang Profesi )
6. Madrosah ( Peralatan Sekolah )
7. Fiil Madhi dan Fiil Mudhori'
1. Ta'aruf
2. Isim dhomir ( kata ganti )
3. Isim Isyaroh ( Kata Tunjuk )
4. Isim Istifham ( Kata Tanya )
5. Muftada' dan khobar
6. Peralatan Sekolah
NAMA PELAJARAN : BAHASA ARAB
KELAS : IX
GURU PENGAMPU : RIRIN ERA LISTIYA, S.Pd.I
Kompetensi Dasar : 4.1 Melafalkan kalimat sesuai dengan unsur kaidah dari ujaran kata terkait topik Ra’sus Sanatil Hijriyyah (ISTIMA')
Tujuan Pembelajaran :
Melalui kegiatan istima’peserta didik mampu melafalkan bunyi kata, frasa dan tulisan yang diperdengarkan dengan baik dan benar tentang
ุฃَุณْู َุงุก ุงูุดُُّููุฑ ุงููุฌุฑูุฉ
MATERI PEMBELAJARAN
Assalamualaikum.wr.wb
Sholeh -sholehah Minggu lalu umi telah menyampaikan materi tentang nama-nama bulan hijriyah yakni:
1. Muharram
2. Shafar
3. Robi'ul Awwal
4. Robi'ul Akhir
5. Jumadil Ula
6. Jumadil Akhir
7. Rajab
8. Sya'ban
9. Ramadhan
10. Syawal
11. Dzul Qo'dah
12. Dzul Hijjah
Nah sekarang kita melanjutkan materi kita yakni tentang :
Fi'il ( ِููุนُْูู ) merupakan salah satu jenis kata yang mengandung morfem
rangkap dalam Bahasa Arab atau Alquran.
Fi’il adalah kata yang
menunjukkan arti pekerjaan atau peristiwa yang terjadi pada suatu masa atau
waktu tertentu (lampau, sekarang dan yang akan datang).
ูุนู : ูู ููู
ุฉ ุฏูุช ุนูู ู
ุนูู ูู ููุณูุง ู
ูุชุฑูู
ุจุฒู
ู
Artinya:
"Fi'il : yaitu
kalimat yang menunjukan makna disertai dengan waktu"
Letak fi'il dalam
kalimat dapat menentukan jenis kalimat itu sendiri. Apabila diletakkan di awal
kalimat atau mendahului isim, kalimat itu dinamakan kalimat verbal (jumlah
fi'liyah).
Macam-macam fi’il

Kalimat fi’il itu ada
3 macam, yaitu: fi’il madhi, fi’il mudhari’, dan fi’il amar.
1. Fi'il Madhi (ِููุนُْูู ู
ุงุถ )
2. Fi'il Mudhari (ِููุนُْูู ุงْูู
ُูุถَููุงุฑِุนْ)
3. Fi'il Amar (ِููุนُْูู ุงู
ุฑ)
1. Fi’il
Madhi (ِููุนُْูู ู
ุงุถ )
Fi’il madhi adalah
kata kerja yang menunjukkan arti suatu pekerjaan atau peristiwa pada waktu
lampau (dalam bahasa inggris, disebut: past tense).
Tanda-tanda fi’il
madhi (ِููุนُْูู ู
ุงุถ ):
a. Huruf akhirnya
berharakat fathah dhahirah (jelas) maupun muqadarah (dikira-kirakan).
Harakat dhahir,
contoh: َูุนََู، ุถَุฑَุจَ، َูุชَุญَ، ุงَََูู، ุฑَุญِู
َ،
َูุตَุฑَ، َูุชَุจَ، َูุงَู
Harakat muqadarah,
contoh: ุฑَู
َู، ุฏَุนَู، ََููู، ุฃَุชَู
b. Diakhir kata bisa
dimasuki dhamir rafa’, contoh: َูุนَْูุชُ، َูุตَุฑْุชُ، ุงََْููุชُ
c. Diakhir kata bisa
dimasukin ta’ ta’nits tsakinah (ta’ sukun yang bermakna perempuan),
Contoh:
َูุชَุญَุชْ، َูุชَุจَุชْ، َูุงَูุชْ، ุฌَุงุฆَุชْ
Kesimpulan :
Pada Pertemuan ke 1 :
Ada 7 hari nama-nama
hari dalam seminggu yakni : Minggu: ุงูุฃَุญَุฏُ
(Ahad)
Senin: ุงูุฅุซَِْْููู (Isnaini)
Selasa: ุงูุซَُّูุงุซَุงุกُ (Tsulaatsaai)
Rabu: ุงูุฃَุฑْุจِุนَุงุกُ (Arbi’aai)
Kamis: ุงูุฎَู
ِْูุณُ (Khomiis)
Jumat: ุงูุฌُู
ُุนَุฉُ (Jumu’ati)
Sabtu: ุงูุณَّุจْุชُ (Sabtu)
Pertemuan ke 2 :
Ada 12 bulan nama-nama
bulan Hijriyah yakni :
Nama-nama bulan hijriyah
Nama-nama bulan hijriyah
Semoga bermanfaat ๐ค
Wassalamu'alaikum.wr.wb
NAMA PELAJARAN : BAHASA ARAB
FASE : D ( VII )
GURU PENGAMPU : RIRIN ERA LISTIYA, S.Pd.I
PERTEMUAN KE 4
CAPAIAN PEMBELAJARAN : Peserta didik mampu mendengarkan komponen bahasa seperti fonem, kata, intonasi, penanda wacana tentang topik perkenalan, keluargaku, hobiku, rumahku, nama-nama buah, warna, peralatan sekolah, seragam, alat transportasi, alat rumah tangga, dan pemandangan alam dengan pola kalimat:
ูุฐุง، ูุฐู، ุฐูู، ุชูู، ู ุงูุฐุง؟، ู ุงูุฐู؟، ู ุง ุฐูู، ู ุง ุชูู، ู ู ูุฐุง؟، ู ู ูุฐู؟، ู ู ุชูู؟ ู ู ุฐูู؟، untuk membedakan komponen bahasa dari teks yang didengar.
Tujuan Pembelajaran :
❤️ Peserta didik mampu mengetahui apa saja dzorful makan dan apa itu dzorful makan .
Pertanyaan Pemantik :
Maa Ma'na dhorof makan?
Dhorof Makan (ุธَุฑُْู ุงْูู ََูุงِู)
Dharaf Makan adalah isim (kata benda) kata keterangan tempat yang dibaca nashab dengan memperkirakan makna ِูู (di/pada) yang menerangkan di mana kejadian berlangsung. Berikut beberapa isim dhorof makan yang memperkirakan makna ِูู, diantaranya;
§ ุงَู
َุงู
َ (di depan) | § ุฎََْูู (di belakang) |
§ َูุฑَุงุกَ (di belakang) | § ุนِْูุฏَ (di samping) |
§ ََْููู (di atas) | § ุญََْูู (di sekitar) |
§ ุชَุญْุชَ (di bawah) | § ุฌَุงِูุจَ (disamping) |
ُูุตِْูุญُ ุงَุจَُْูู ุฌََّูุงَูุชَُู ุงَู
َุงู
َ ุงْูุจَْูุชِ = Ayahmu memberbaiki ponselnya di depan rumah
َูุถَุนَ ุนُุซْู
َุงُู ุงْูุฃَุฎْุฐَِูุฉَ ุชَุญْุชَ ุงْูุฎِุฒَุงَูุฉِ = Utsman meletakkan sepatu-sepatu di bawah lemari
ุฌَุงِูุจَ ุงูุฏَّْูุฑَุฉِ ุดََّูุฉٌ َูุญَุฏَِْููุฉٌ = Di samping tempat kursus tempat tinggal dan taman
NAMA PELAJARAN : BAHASA ARAB
KELAS : VIII ( DELAPAN ) B dan C
GURU PENGAMPU : RIRIN ERA LISTIYA, S.Pd.I
PERTEMUAN KE : 2 ( DUA )
KD. 3.2
Mengidentifikasi bunyi, makna,dan gagasan dari kata, frase,kalimat bahasa Arab sesuai dengan struktur kalimat yang berkaitan dengan topik: ุงูุณุงุนุฉ baik secara lisan maupun tertulis
MATERI PEMBELAJARAN
ASSALAMUALAIKUM. Shobahul Khoir ayyuhatthullab ? Kaifa Halukum ?
Semoga kalian selalu dalam keadaan baik dan dalam lindungan Allah SWT.
Minggu Lalu kita sudah membahas materi tentang Jam , nah pada hari ini kita masuk pad materi Qowaid yakni tentang Jumlah Ismiyah (Kalimat yg di awali dengan isim)
Singkatnya Jumlah adalah kata atau lafadz (kalimat) yang susunan katanya terdiri dari jumlah ismiyah atau jumlah fi'liyah serta memiliki makna yang sempurna (ุฌู ูุฉ ู ููุฏุฉ) sehingga mudah dipahami oleh pendengar.
Nah sedangkan Jumlah Ismiyah ( ุฌู ูุฉ ุงุณู ูุฉ ) Beserta Contohnya
Jumlah Ismiyah adalah kalimat yang susunannya diawali dengan isim (kata benda) dan terdiri dari mubtada' dan khobar. Contohnya: ٌุงَْูุนِْูู ُ ُْููุฑ artinya "Ilmu adalah cahaya". Lalu apa itu mubtada'?
Sekarang mari kita simak tentang jumlah Fi'liyah
Pengertian Jumlah Fi'liyyah dan Contohnya
ุงูุฌُู َْูุฉُ ุงِููุนَِّْููุฉُ = al-jumlatu al-fi'liyyat
Pengertian jumlah fi'liyyah => Kalimat dalam bahasa arab yang dimulai dengan fi'il (kata kerja).
Jumlah fi'liyyah terdiri dari tiga bagian, yaitu: fi'lun, faa'il, dan maf'ul bihi. (ِูุนٌْู , َูุงุนٌِู , ู َْูุนٌُูู ุจِِู )
Pengertian faa'il => faa'il adalah isim marfu', terletak setelah fi'il. Adapun faa'il (ูุงุนู ) adalah yang mengerjakan perbuatan atau sebagai pelaku perbuatan.
Pengertian maf'ul bih => maf'ul bihi adalah isim manshub, yang terkena atasnya perbuatan si pelaku (alias objek penderita).
Perbedaan jumlah ismiyyah dan jumlah fi'liyyah
Adapun perbedaan antara jumlah ismiyyah dan jumlah fi'liyyah adalah;
Jumlah ismiyyah:
- Kalimat yg di awali dengan kata benda (isim) yang terdiri dari susunan mubtada' dan khabar.
Jumlah fi'liyyah:
- Kalimat yg di awali dengan fi'il (kata kerja) yang terdiri dari susunan fi'il, faa'il, dan maf'ul bih (kata kerja, pelaku perbuatan, objek penderita).
Lihat gambar agar lebih mengerti perbedaan perbedaan antara jumlah fi'liyyah dan jumlah ismiyyah
NAMA PELAJARAN : BAHASA ARAB
KELAS : VIII ( DELAPAN ) C dan B
GURU PENGAMPU : RIRIN ERA LISTIYA, S.Pd.I
PERTEMUAN KE : 1 ( Satu )
KD. 3.2
Mengidentifikasi bunyi, makna,dan gagasan dari kata, frase,kalimat bahasa Arab sesuai dengan struktur kalimat yang berkaitan dengan topik: ุงูุณุงุนุฉ baik secara lisan maupun tertulis
MATERI PEMBELAJARAN
ASSALAMUALAIKUM. Shobahul Khoir ayyuhatthullab ? Kaifa Halukum ?
Semoga kalian selalu dalam keadaan baik dan dalam lindungan Allah SWT.
Minggu Lalu kita sudah membahas materi tentang Jam , nah pada hari ini kita masuk pad materi Qowaid yakni tentang Jumlah (Kalimat)
Pengertian Jumlah Ismiyah dan Jumlah Fi'liyah
Jumlah adalah kata atau lafadz (kalimat) yang susunan katanya terdiri dari jumlah ismiyah atau jumlah fi'liyah serta memiliki makna yang sempurna (ุฌู ูุฉ ู ููุฏุฉ) sehingga mudah dipahami oleh pendengar.
Jumlah Ismiyah ( ุฌู ูุฉ ุงุณู ูุฉ ) Beserta Contohnya
Jumlah Ismiyah adalah kalimat yang susunannya diawali dengan isim (kata benda) dan terdiri dari mubtada' dan khobar. Contohnya: ٌุงَْูุนِْูู ُ ُْููุฑ artinya "Ilmu adalah cahaya". Lalu apa itu mubtada'?
Mubtada' adalah subyek yang memiliki 2 karakter yang harus dipenuhi ketika membuat kalimat. Apa saja sifat dari mubtada'?
Sifat mubtada' yang pertama adalah harus ma'rifat yakni kata khusus, spesifik dan tertentu serta bukan kata umum. Misalnya sebuah nama, kata benda yang awalnya kemasukan huruf alif dan lam, dan sebuah dhomir. Contoh mubtada' sebuah nama: ٌู ُุญَู َّุฏٌ, ุนٌَِّูู, َูุงุทِู َุฉُ, ุงَุณْู َุงุกُ, ุทَุงِูุจ, artinya "Muhammad, Ali, Fatimah, Asma', Murid" dan sebagainya. Contoh mubtada' yang isimnya kemasukan alif lam: ุงَْูู َุงุกُ, ุงَْูุนِْูู ُ, ุงَُْููุฑْุณِู, artinya "Air, Ilmu, Kursi" dan masih banyak lagi. Yang ketiga contoh mubtada' yang isimnya dhomir: َุงََูุง, َُูู, َูุญُْู, َِูู, ุงَْูุช artinya "Saya, Dia (laki laki), Kami, Dia (perempuan), Kamu (laki laki) dan sebagainya.
Sifat mubtada' yang kedua adalah tanda i'robnya berupa Rofa'.
Khobar adalah predikat yang bertugas memberikan keterangan atau penjelasan dari keadaan mubtada'. Sehingga ia berkewajiban mengikut mubtada'.
Misalnya jika mubtada' nya mufrad (tunggal) maka khobar juga harus mufrad (tunggal), jika mubtada' mudzakkar maka khobar juga mudzakkar begitu seterusnya.
Contohnya: ٌู ُุญَู َّุฏٌ ุทَุงِูุจ artinya "Muhammad seorang murid". Dari situ kita lihat mubtada' nya " ٌู ُุญَู َّุฏ" nama seorang laki laki maka khobarnya " ٌุทَุงِูุจ" yang huruf akhirnya tidak ada ta' marbutoh (ุฉ) alias menunjukkan mudzakkar (laki laki).
Contoh lain: ٌَูุงุทِู َุฉٌ ุทَุงِูุจَุฉ artinya "Fatimah seorang murid". Susunan kata tersebut terdiri dari mubtada' khobar yang bersifat muannats (perempuan).
Adapun khobar juga memiliki 2 sifat yakni:
Khobar sebagai predikat harus nakiroh (kata umum alias tidak spesifik atau khusus). Misalnya: ٌู َุงِูุฑٌ, ุชَุงุฌِุฑٌ, ُْููุฑ, artinya "pandai, pedagang, cahaya" dan masih banyak lagi kata kata umum lainnya.
Sifat khobar yang kedua ialah tanda i'robnya berupa rofa'. Hal ini karena khobar mengikuti mubtada' salah satunya dari segi tanda.
Kesimpulan
1. Jumlah adalah Kalimat
2. Jumlah terbagi menjadi 2 yaitu jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah
3. Jumlah ismiyah adalah kalimat yang di awali dengan Isim yg terdiri dari mubtada' dan Khobar
Demikian lah materi pada hari ini , semoga bermanfaat bagi kita semua .
Wassalamu'alaikum.wr.wb
IDENTITAS Guru Pengampu : Ririn Era Listiya, S.Pd.I Mata Pelajaran : Bahasa Arab Hari/Tanggal : Kamis, 5 NOVEMBER 2026 Fase/Kelas : D / VI...